Thursday, 15 November 2018

Ini Motif Pelaku Penembakan Kantor YouTube

Rabu, 4 April 2018 — 15:00 WIB
Polisi berjaga di lokasi penembakan di kantor pusat YouTube, California. (reuters)

Polisi berjaga di lokasi penembakan di kantor pusat YouTube, California. (reuters)

AMERIKA SERIKAT – Identitas tersangka penembakan di kantor YouTube di California, Selasa (3/4/2018) waktu setempat terungkap. Disebutkan seorang perempuan bernama Nasim Aghdam yang merupakan seorang YouTuber (pembuat dan pengunggah video di YouTube) aktif.

Diduga, Aghdam mengamuk karena kesal kepada YouTube, karena beberapa video yang diunggahnya disensor.

Telegraph, Rabu (4/4/2018) melansir, kepolisian mengatakan bahwa warga California Selatan itu mendekati kampus sekitar jam makan siang, dan mulai menembak sebelum memasuki gedung layanan berbagi video milik Google.

Nasim Aghdam

Nasim Aghdam merupakan YouTuber aktif yang merasa kecewa dengan YouTube. (ist)

Seorang pria dan dua wanita ditembak dalam insiden, dan kini menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara tersangka tewas bunuh diri.

(Baca: Pelaku Penembakan Kantor YouTube Perempuan)

 

Aghdam digambarkan sebagai seorang seniman vegan, binaragawan, dan aktivis hak-hak binatang. Ia sering mengecam platform video karena melakukan sensor terhadap kontennya.

Usai tragedi penembakan ini, akun YouTube Nasim tak lagi bsia diakses.

Mengeluh tentang YouTube

Menurut NBC, ia mengatakan dalam sebuah video yang diposting pada Januari 2017 bahwa YouTube “mendiskriminasikan dan menyensor” kontennya.

Dia juga mengeluhkan bahwa YouTube telah memberlakukan batasan usia pada salah satu video latihannya karena dianggap terlalu cabul. Ia membandingkan videonya dengan video milik Miley Cyrus dan Nicki Minaj, yang videonya masih beredar padahal sangat tidak pantas ditonton anak-anak.

“Saya didiskriminasikan dan disensor oleh YouTube dan saya bukan satu-satunya,” katanya.

Di situs web NasimeSabz.com, yang diidentifikasi sebagai miliknya oleh San Francisco Chronicle, dia memiliki beberapa posting tentang budaya Persia dan veganisme, diselingi dengan kata-kata kasar terhadap YouTube.

“Tidak ada kebebasan berbicara di dunia nyata dan Anda akan ditekan karena mengatakan kebenaran yang tidak didukung oleh sistem,” tulisnya dalam satu posting. (embun)