Wednesday, 21 November 2018

Lokasi Bandara Bali Utara di Laut Sesuai Rekomendasi Pemprov

Rabu, 4 April 2018 — 10:45 WIB
Bandara Ngurah Rai Bali. (ist)

Bandara Ngurah Rai Bali. (ist)

JAKARTA – Penentuan lokasi Bandara Bali Utara, Kabupaten Buleleng, Bali, merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan yang didasari rekomendasi Pemprov setempat.

Selain itu, hasil uji kelayakan serta aspirasi masyarakat sekitar, dan pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan sosial juga diperhatikan.

President Director PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) I Made Mangku mengatakan, berdasarkan rekomendasi Pemprov Bali disarankan agar bandara Bali Utara dibangun di laut (offshore) atau pinggir pantai.

“Dengan membangun bandara Bali Utara di laut, tidak akan mengganggu tanah produktif, juga tidak menggusur pemukiman warga,” kata Made Mangku, Rabu (4/4/2018).

Hal lainnya kenapa lokasinya harus di laut, karena di kawasan Buleleng banyak tempat ibadah, juga situs-situs bersejarah.

“Tidak mungkin pembangunan bandara dilakukan di darat tidak memperluas area bandara yang dapat mengancam keberadaan tempat ibadah dan situs bersejarah,” ujarnya.

Diberitahunya, luas bandara Bali Utara yaitu 1.060 hektare dengan dua runway yang dapat dilewati model pesawat Airbus A380 yang memiliki double-deck mewah. “Apa mungkin dibangun di darat,” tukas Made Mangku.

Dia minta pembangunan Bandara Bali Utara tidak dijadikan polemik, karena memang kebutuhan. “Jangan sampai rencana pembangunan bandara Bali Utara ini dipolitisir untuk kepentingan Pemilu 2019,” tukasnya.

(Baca:  Warga Ingin Bandara Bali Utara Dibangun di Laut)

 

Menurut dia, Gubernur Bali Made Mangku Pastika telah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo perihal penetapan.lokasi bandara Bali Utara. “Suratnya tertanggal 16 Oktober 2017,” jelasnya.

Dalam suratnya itu, Gubernur Bali menjelaskan secara gamblang kenapa lokasi bandara Bali Utara harus di laut.

Direktur PT BIBU Panji Sakti I Made menambahkan, pembangunan bandara Bali Utara secara onshore (di darat) sulit direalisasikan, berbeda jika dilakukan secara offshore.

(tiyo/sir)