Monday, 19 November 2018

Perwira Polisi Ini Tidak Menyesal Menembak Mati Adik Iparnya

Kamis, 5 April 2018 — 16:57 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

MEDAN – Pihak Polda Sumut masih menyelidiki motif Kompol Fahrizal menembak mati adik iparnya sendiri.

Kapolda Sumut, Irjen pol Paulus Waterpauw mengatakan, ini bukan keberhasilan tapi merupakan pencorengan nama baik kepolisian. Untuk motif masih terus didalami.

“Saat kami tanya pelaku, apakah menyesal karena telah membunuh korban yang adik iparnya sendiri, dengan santai ia menjawab tidak. Diduga ada problem di dalam lingkungan keluarga, yang terus kami coba dalami dengan teliti,” kata Paulus, Kamis (5/4).

Kapolda juga menambah, oknum tersebut benar anggota kepolisian negara dan saat ini menjabat sebagai Wakapolres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Jumingan,33, adik ipar kandung pelaku, mengalami luka tembak dan meninggal dunia. Pelaku membawa senpi dan melapor langsung ke Polrestabes Medan. Saat penyelidikan saksi ada tiga orang, yaitu istri, ibu pelaku, dan istri dari pelapor.

“Untuk modus dan motif masih dalam pengungkapan oleh pihak kepolisian. Barang bukti yang kami amankan, Senpi, enam selongsong peluru, satu peluru yang bekas dipakai dan KTA. Kami juga sudah melakukan olah TKP, dan menyita barang bukti,”jelas Kapolda Sumut.

(BACA : Oknum Perwira Polisi Tembak Mati Adik Iparnya Sendiri)

Sementara korban sedang diautopsi di RS Bhayangkara. Di dalam tubuh korban terdapat ada enam lubang yang diduga tembakan dari pelaku.

Kapolda Irjen Paulus Waterpauw menjelaskan, Izin pelaku ke Medan, ada dari Polri namun hal ini masih dalam penyidikan lebih dalam.

“Soal senpi seingat saya seorang anggota polisi seharusnya menitip ke dinas saat berpergian atau sedang tidak bertugas. Untuk yang menggunakan senpi selalu di tes kejiwaan,” ujarnya

Kompol Fahrizal merupakan alumni Akpol 2003. Fahrizal dikenakan Pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana).

kapoldasumut

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw memberikan keterangan pers di Mapolda Sumut

Adapun kronologi awal, Paulus menceritakan, ketika pelaku datang, ibu pelaku baru sembuh dari sakit. Ia baru selesai pijit kaki, dan keluarga lainnya sedang membuat minuman. Pelaku tiba-tiba melaksanakan aksinya.

Saat ditanya Kapolda Sumut, pelaku mengaku tidak menyesal karena telah melakukan hal tersebut. Usai melakukan aksi nya pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek terdekat dan lanjut ke Polrestabes Medan. “Kasus ini ditangani langsung Polda Sumut,”tutup Paulus. (samosir/b)