Saturday, 21 July 2018

Warga Korban Kebakaran Butuh Kepastian

Kamis, 5 April 2018 — 6:20 WIB

SEMINGGU sudah warga korban kebakaran di Jalan Taman Kota, Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat, mengungsi. Mereka ada yang tinggal di musala, bahu jalan, dan tempat pengungsian lainnya.

Meski sudah lumayan lama tinggal di pengungsian, tetapi belum ada tanda-tanda warga korban kebakaran membangun kembali rumahnya. Selain sebagian besar tidak memiliki dana yang cukup, mereka tak kunjung mendirikan hunian lagi karena Pemprov DKI Jakarta belum memberikan kepastian boleh tidaknya membangun kembali rumahnya.

Ketika Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pengendalian Permukiman Bambang Sugiyono berkunjung ke lokasi, juga belum ada jawaban pasti boleh tidaknya warga membangun kembali rumahnya yang ludes dimangsa api.

Bambang cuma mengklaim lahan yang ditempati warga korban kebakaran adalah milik Pemprov DKI Jakarta yang peruntukannya fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum).

Sikap ini membuat warga korban kebakaran bingung. Mereka yang berharap ada bantuan material untuk mendirikan rumahnya kembali kini malah gelisah mendapatkan klaim bahwa itu lahan fasos dan fasum.

Meski demikian, warga korban kebakaran bertekad mendirikan kembali rumah yang pada 29 Maret 2018 ludes dilalap si ‘Jago Merah’. Mereka juga menolak bila direlokasi ke rumah susun (rusun).

Ratusan rumah yang hangus terbakar itu sudah lama berdiri di lahan itu. Sebagian besar warga menempati lahan yang berlokasi di RW 05 Kelurahan Kembangan Utara sejak tahun 1985-an. Bahkan jauh sebelum tahun itu, mereka juga sudah ada yang tinggal di sana.

Melihat fakta ini, tentu Pemprov DKI Jakarta tidak gampang memutuskan apakah warga korban kebakaran boleh membangun kembali atau tidak. Ibarat pepatah maju kena mundur kena.
Hanya saja sebagai seorang pemimpin, Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno harus segera mengambil keputusan. Langkah ini untuk memberikan kepastian terhadap ribuan jiwa yang kini tinggal di tempat pengungsian.

Jangan sampai warga korban kebakaran di Taman Kota terlalu lama dilanda rasa was-was dan gelisah karena kebijakan yang menggantung. Kini mereka menunggu kepastian dari Pemprov DKI Jakarta boleh tidaknya membangun kembali rumahnya yang terbakar. Dan keputusan bijak tentulah yang ditunggu. @*