Thursday, 20 September 2018

Ah, Miras Oplosan Lagi?

Jumat, 6 April 2018 — 5:45 WIB
ilustrasi

ilustrasi

BANYAK nasihat soal bahaya miras oplosan. “Jangan diminum, itu berbahaya, sangat bahaya. Bukan sekadar bikin sakit, tapi nyawa pun melayang!”

Nyatanya nggak bikin jera. Para peminat miras oplosan nggak peduli. Mereka, seperti nggak mendengar, nggak menegrti, atau masa bodoh? Wah, kalau begitu adanya, siapa yang salah ya?
Nggak usah saling menyalahkan dulu.

Tapi lihatlah, kasus penenggak miras oplosan tewas bukan sekali dua kakali, lho. Itu sering kali. Korbannya bergelimpangan, sekarat dan banyak yang tewas. Kalau dilihat, memang kebanyakan korban masih berusia muda. Ini artinya, maklum anak muda, biasanya sok-sokan.
‘Nggak usah takut sama oplosan, gue punya nyawa rangkap, tau?’

Ya, terserahlah. Buktinya, nyawa rangkap nggak ada, tuh? Yang ada ya, nyawa melayang. Pekan ini saja korban mati karena nenggak oplosan dua puluh orang lebih, di Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Depok. Nah, kalau sudah tewas mau ngomong apa?

Yang paling berduka barangkali keluarga yang ditingalkan. Jika dia masih muda, berarti orang tua, sudah pupus harapannya. Kalau dia sudah berkeluarga, berarti anak istri terlantar?

Sudahlah, kalau hanya untuk sekadar sok-sokan, lupakan saja itu oplosan. Banyak yang buat bangga, misalnya berkarya apa saja, yang fositif? Yang muda bisa menciptakan sesuatu yang berguna. Sekarang ini lagi musim banjir, bagaimana itu cara menanggulanginya? Macet di jalan, bagaimana itu supaya nggak macet. Pengangguran banyak, bagaimana cara menciptakan lapangan kerja?

Nah, kalau sudah sukses, bolehlah berbangga ria. “Tuh, itu dulu yang memnciptakan gue dan kawan-kawan. Mobil bisa terbang hindari macet!”

Baru hebat. Kok oplosan ditenggak, nggak benar itu! –massoes