Saturday, 22 September 2018

Gedung Islamic Center Akan Difungsikan Tampung PMKS

Jumat, 6 April 2018 — 7:49 WIB
Gedung Pemkab Bekasi Jawa Barat.

Gedung Pemkab Bekasi Jawa Barat.

BEKASI – Gedung Islamic Center yang berada di Tambun direncanakan akan difungsikan untuk penampungan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

“Jadi atas dasar kajian-kajian itu muncul rencana lain. Yaitu melanjutkan pembangunan gedungnya tapi fungsinya untuk menampung orang-orang yang terlantar atau yang berkaitan dengan persoalan sosial,” kata Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin.

Dia mengatakan sebelumnya sempat muncul rencana melanjutkan pembangunan Gedung Islamic Center untuk dijadikan rumah sakit. Namun berdasarkan kajian, rencana itu dinilai tidak memungkinkan.

“Sebelumnya memang ada ide untuk dibangun rumah sakit, tapi setelah dikaji ternyata tidak bisa,” katanya.

Namun setelah dibahas kembali, lanjut Neneng, gedung yang berlokasi di Kecamatan Tambun Utara itu akan dilanjutkan pembangunannya untuk difungsikan menjadi tempat penampungan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Beberapa waktu lalu, organisasi massa di Kabupaten Bekasi mendesak agar pembangunan gedung tersebut dilanjutkan kembali. Karena selama ini untuk kepentingan haji dan umroh, masyarakat Kabupaten Bekasi diarahkan ke Islamic Center Kota Bekasi.

“Kita sudah diskusikan dengan warga, dan warganya setuju. Tapi tetap ada juga yang ingin dibangun menjadi Islamic Center. Itu kan infrastrukturnya enggak memadai. Enggak mungkin nanti bus yang membawa calon haji lewat sana, karena jalannya enggak cukup,” terangnya.

Gedung Islamic Center Kabupaten Bekasi hingga kini pembangunannya masih tertunda. Gedung yang menelan anggaran hingga miliaran rupiah tersebut saat ini dibiarkan mangkrak dan kerap dijadikan tempat maksiat.

Pembangunan Gedung Islamic Center dihentikan sejak sekitar 7 tahun lalu. Pasalnya, proyek yang menelan anggaran dari APBD ini terbukti dikorupsi. Ada beberapa pejabat dan rekanan yang ditetapkan sebagai terpidana dari kasus tersebut.
(lina/sir)