Friday, 16 November 2018

Jokowi: Jangan Bicara Pesimis 2030 Bubar, Pemimpin Harus Berikan Optimisme

Sabtu, 7 April 2018 — 17:46 WIB
Presiden Jokowi saat menghadiri Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4). (Foto: Humas/Anggun).

Presiden Jokowi saat menghadiri Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4). (Foto: Humas/Anggun).

BOGOR– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, Indonesia akan menjadi negara besar akan menjadi negara kuat ekonominya melalui ujian-ujian. Kepala Negara menegaskan bahwa tidak mungkin instan dan tidak mungkin enak-enak langsung jadi negara besar, negara kuat.

“Enggak ada rumusnya seperti itu. Jangan kita ini terbiasa senengnya instan, enggak ada, lupakan itu. Enggak mungkin kita tahu-tahu loncat menjadi negara besar, enggak ada. Pasti melalui tahapan-tahapan yang panjang dan melalui cobaan-cobaan, ujian-ujian yang tidak ringan,” kata n Jokowi saat menghadiri Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4) siang.

Menurut Presiden, kita memang harus tahan uji, tahan banting, harus kerja keras, harus berusaha. Ia menambahkan agar jangan malah berbicara pesimis, 2030 bubar.

“Pemimpin itu harus memberikan optimisme pada rakyatnya, pemimpin itu harus memberikan semangat pada rakyatnya meskipun tantangannya berat, walaupun tantangannya tidak gampang,” ujar Presiden.

Diakui Kepala Negara, mungkin ada yang banyak berbicara sekarang kita pahit. Namun menurut Kepala Negara tidak apa-apa pahit. “Memang mungkin kita susah, susah enggak apa-apa. Tapi kita melihat bahwa ada titik yang sangat terang yang kita tuju,” tutur Kepala Negara.

Untuk itu, lanjut Presiden Jokowi, kita tidak bisa bermanja-manja, tidak bisa kita bermalas-malasan untuk menjadi negara kuat. “Tidak ada,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan rasa syukurnya karena sekarang ini masyarakat juga makin matang, makin dewasa, mengerti mana yang isu, mana yang fitnah, mana yang hoax.

Kepala Negara mengingatkan, bahwa Bangsa Indonesia masih memiliki pekerjaan-pekerjaan besar yang harus diselesaikan satu per satu. Oleh sebab itu, ia menitipkan pesan kepada peserta Konvensi Nasional Galang Kemajuan 2018 untuk bersama-sama mengawasi kualitas pembangunan infrastruktur, dam pembagian kartu Indonesia sehat yang sekarang ini gratisnya mencapai 92 juta.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. (setkab)