Wednesday, 25 April 2018

Telepon, Mobil dan Taman

Sabtu, 7 April 2018 — 5:45 WIB
jelas

Oleh S. Saiful Rahim

“NAH ini Dul Karung datang. Ayo tanya dia. Dia kan seringkali mengaku banyak yang diketahuinya karena banyak wartawan yang menjadi temannya,“ kata orang yang duduk di dekat pintu masuk warung Mas Wargo, setelah dia menjawab ucapan assalamu alaykumdisampaikan Dul Karung dengan fasih.

“Apa yang kalian mau tanyakan? Soal sajak Mbak Sukma? Kabar terbaru Habib Rizieq, atau mobil Ratna yang tempo hari diderek?” jawab Dul Karung sambil mengulur tangan mencomot singkong goreng.

“Tentang semuanya itulah. Kau tahu Dul?” kata Mas Wargo yang biasa tidak suka ikut campur obrolan para pelanggannya.

Bukan menjawab pertanyaan Mas Wargo, Dul Karung malah menyeruput teh kental manis yang baru saja diterima dari tangan sang tukang kopi itu.

“Tentang Ratna Sarumpaet? Itu sebabnya aku gak suka pake hape,” jawab Dul Karung bikin semua orang yang mendengarnya terheran-heran.

“Dul, orang senegeri ini tahu semua, kau tak suka hape karena kau tak punya. Dari zaman telepon nongkrong di meja, hingga sekarang telepon nyelip di kantong, kau tidak punya. Itu tidak ada hubungan dengan Ratna, aktivis yang lantang dan ksatria itu,” kata orang duduk di ujung kiri bangku panjang yang mereka duduki bersama.

“Waduh, ternyata pikiran dan sudut pandang kita lain, Bung! Aku yakin, kalau Mbak Ratna seperti aku, tidak suka pake hape, pengalaman mobil diderek itu gak bakal viral. Dan cerita beliau menelepon Pak Anies gak diangkat takkan terjadi,” jawab Dul Karung dengan penuh rasa percaya diri.

“Dul, kau itu miskin. Akui sajalah. Kau tidak akan punya pengalaman naik mobil diderek,” serobot orang yang duduk di ujung kanan bangku panjang.

“Hei Bung! Bacalah kitab-kitab suci dan buku sejarah karangan siapa pun. Pasti akan Bung temukan bahwa orang yang paling kaya sejak bumi ada hingga kelak bumi hancur, adalah Nabi Sulayman. Tapi beliau tidak punya mobil dan hape atau telepon,” kata Si Dul dengan yakin dan percaya diri.

“Tetapi beliau memiliki emas permata serba indah gemerlapan, istana dan taman-taman yang tak ada bandingannya,“ kata orang duduk tepat di sebelah kanan Dul Karung.

“Wah, rupanya Anda belum tahu bahwa Pak Anies dan Pak Sandi, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, kota kelahiranku, segera membuat Taman Maju Bersama.

“Sejak dunia terbentang hingga malam tadi, di belahan dunia mana pun, belum pernah ada taman yang bisa maju dan majunya bersama lagi,” kata Si Dul sambil pergi begitu saja. (Syahsr@gmail.com )*