Sunday, 21 October 2018

Korban Kebakaran Taman Kota Bangun Rumahnya

Minggu, 8 April 2018 — 17:29 WIB
Sunaryo,40, (kiri) dibantu sejumlah kerabat membangun kembali rumahnya yang terbakar di Perumahan Taman Kota RT 16 RW 05 Kelurahan Kembangan Utara, Kembangan, Jakbar. (rachmi)

Sunaryo,40, (kiri) dibantu sejumlah kerabat membangun kembali rumahnya yang terbakar di Perumahan Taman Kota RT 16 RW 05 Kelurahan Kembangan Utara, Kembangan, Jakbar. (rachmi)

JAKARTA – Sempat terpuruk sekitar seminggu, warga korban kebakaran di Perumahan Taman Kota Blok A1 RT 16 RW 05 Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, mulai bangkit. Mereka dibantu kerabat dan donatur, membangun rumahnya yang ludes dimangsa api.

“Kami nggak betah kelamaan di pengungsian. Mending bangun lagi rumah ini supaya lekas ditempati,” ujar Eni, ibu dua anak, seraya menggendong anak dan mengawasi pembangunan rumahnya di atas lahan 20 meter persegi, Minggu (8/4/2018).

Ia mengaku tidak tahu persis biaya yang dikeluarkan untuk membangun rumahnya yang rata dengan tanah akibat kebakaran pada akhir Maret lalu. Selain rumahnya, sekitar 300 rumah lain ludes membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Eni melanjutkan, sang suami yang mengatur semua pengeluaran untuk pembangun ulang rumah yang ditempatinya sekitar 10-an tahun terakhir.

Menyinggung bantuan dari Pemprov DKI Jakarta maupun dari Pemko Jakbar, Eni menegaskan belum pernah menerimanya. “Kalau betul ada bantuan, kami tentu senang karena kami sangat membutuhkannya. Meski lahan ini aset negara,” katanya.

Hal senada diungkapkan Sunaryo (40). Pria asal Madiun, Jawa Timur, ini bersyukur atas kepedulian sanak saudara dan para donatur. Beberapa saudaranya membantu dengan memberikan sejumlah bahan material dan ada juga berupa tenaga untuk bersama-sama membangun kembali rumahnya di atas lahan 32 M2. Akibat amukan si jago merah, rumah dua lantai yang ditemlatinya tinggal puing.

Sebelumnya Asisten Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Permukiman, Bambang Sugiyono menegaskan lahan yang terbakar itu merupakan fasos dan fasum sebagai kewajiban pengembang perumahan Taman Kota. Bahkan jika dilihat dari kondisi lapangan, sebagian lahan tersebut akan digunakan untuk jalan lingkungan.

Ia mengakui perlu kajian menyeluruh dari instansi terkait perihal kelayakan permukiman tersebut dibangun kembali atau tidak. Jika direlokasi, warga akan diboyong ke rusun terdekat.

Menanggapi warganya yang kembali membangun rumah di lokasi eks kebakaran, Camat Kembangan, Agus Ramdani mengaku belum ada instruksi dari pimpinannya terhadap hal tersebut.

“Lahan yang ditempati warga di RT 16 RW 05 Kembangan Utara merupakan aset Pemda. Kami tidak mengarahkan atau memberi instruksi kepada warga untuk membangun kembali,” pungkasnya. (rachmi/yp)