Tuesday, 25 September 2018

Penjual Kulit Ketupat di Palmerah, Bahrum: Alhamdulillah

Minggu, 8 April 2018 — 15:20 WIB
Bahrum, penjual kulit ketupat, sedang menganyam kulit ketupat.(cw2)

Bahrum, penjual kulit ketupat, sedang menganyam kulit ketupat.(cw2)

JAKARTA – Jika anda mencari kulit ketupat di hari biasa, mungkin agak sulit. Karena umumnya, pedagang kulit ketupat baru mulai banyak saat menjelang hari lebaran tiba. Namun di Jalan Palmerah Barat, tidak terlalu jauh dari Pasar Palmerah, anda dapat menemukan penjual kulit ketupat.

Bahrum, salah seorang pedagang kulit ketupat ini mengaku memang menjual kulit ketupat ini setiap hari. Ia mengaku sudah berjualan di sana sejak tahun 2000.

“Setiap hari jualnya. Ini dari Ujung Kulon, Serang, Banten. Saya asli Banten. Jadi emang ada yang ngirimin tiap hari ke sini. Ketupat tiap hari ada, buat orang dagang,” ujar Bahrum ketika ditemui poskotanews.com pada Minggu (8/4/2018).

Ketika tim poskotanews.com mendatangi tempat pria 45 tahun ini berjualan, ia sedang asik menganyam kulit ketupat, sedangkan di sebelahnya sudah ada beberapa ketupat yang jadi. Menurutnya, kulit ketupat yang bentuk lembaran dan yang sudah jadi dihargai berbeda.

“Yang belum jadi lebih murah, seiketan gini 20 ribu rupiah. Kalau yang sudah jadi 40.000 ribu rupiah, dua kali lipat,” terangnya.

Kulit ketupat baru banyak diburu ketika lebaran telah menjelang. Pedagang kulit ketupat pun mulai bertebaran di pasar-pasar tradisional. Harga kulit ketupat biasanya lebih mahal dibandingkan hari-hari biasa.

Bahrum mengungkapkan, ia bisa mendapat omset yang lumayan tinggi pada saat menjelang lebaran. Meski begitu, harga kulit ketupat sendiri dari produsen pasti dinaikkan. Hal ini, menurutnya, karena memang produsen juga tau kalau permintaan kulit ketupat pada saat hari lebaran akan meingkat.

“Omset menjelang lebaran pasti naik, puasa hari ke-15 tuh udah mulai ramai yang nyari. Kalau omset bisa naik sampai 50%,” serunya.

Selain menjual kulit ketupat, ia juga menjual untuk dekorasi pernikahan. Seperti janur tiang dan umbul-umbul. Harga untuk janur tiang dipatok Rp 25.000 dan umbul-umbul Rp100.000.

Kulit ketupat sendiri mudah layu. Ini bisa merugikan pedagangnya jika kulit ketupat yang dijualnya tidak laku. Namun Bahrum mengaku, sejauh ini kulit ketupatnya ada saja yang membeli.

“Alhamdulillah sih tiap hari pasti ada saja yang beli. Ini kan gampang layu ya, tapi alhamdulillah tiap hari sih pasti habis,” pungkas Bahrum.

(cw2/sir)