Friday, 14 December 2018

Banyak Utang Buat Wil Berakhir di Ujung Palu

Senin, 9 April 2018 — 8:20 WIB
nah ini dia 8 april

KASIHAN nasib Untoro, 30, warga Surabaya ini. Jualan tahu tak pernah untung, karena buat biaya WIL-nya, bahkan punya utang Rp15 juta. Ny. Karti, 28, jadi jengkel. Untoro pun digetok palu sampai tewas. Kepada polisi ngaku suami bunuh diri. Tapi karena tanda-tandanya janggal, terbongkarlah pembunuhan itu.

WIL itu merupakan proyek padat modal. Jika dana cekak tapi mencoba memanjakan syahwat lewat jalur independen, akan babak belur pastinya. Maka jika kebutuhan syahwat tak berbanding lurus dengan kemampuan ekonomi, sudahlah….. cukup dengan istri yang satu itu. Jangan berkhayal yang boten-boten. Mending jika hanya habis harta, jika nyawa juga ikut habis, bagaimana coba?

Untoro warga Sawah Gede, Kedurus, Karangpilang, Surabaya, agaknya tak mau peduli akan pepatah lama: bayang-bayang hendaknya sepanjang badan. Pekerjaan hanya jadi pedagang tahu bulat, tapi pikirannya tidak bulat pada keluarga, melainkan bercabang-cabang ke perempuan lain.

Diam-diam dia punya banyak WIL. Untuk membiayai mereka, diambil dari keuntungan jualan tahu. Lama-lama yang di rumah tak kebagian. Tentu saja Ny. Karti jadi curiga, kenapa jualan tahu sekian lama kok tidak pernah untung? Ternyata, berdasarkan informasi di lapangan, Untoro memang suka poya-poya dengan wanita di luar istri.

Karti pun jadi sering ribut dengan suami. Tapi itu tak juga menyurutkan niat selingkuh Untoro. Bahkan ketika keuntungan makin tipis, dia berani pula pinjam uang ke orang hanya untuk memanjakan gendakan. Kemarahan Karti memuncak ketika belakangan sering didatangi ora menagih utang, total jendral mencapai Rp 15 juta.

Kali ini habis kesabaran Karti. Karena dinasihati tak mempan juga, maka pas suaminya tengah mendengarkan musik pakai HP, langsung saja tengkuknya digetok martil, betttttt! Seketika itu juga Untoro tewas. Untuk mengelabui polisi sengaja Karti mengaku suami bunuh diri dengan cara gantung diri.

Tapi tak semudah itu polisi dikelabui. Berdasarkan penyelidikan akhirnya terungkap bahwa pelakunya memang Karti sendiri. Alasannya, dia kesal suami banyak utang tapi bukan untuk keluarga, melainkan memanjakan WIL-WIL-nya.

Punya banyak WIL kok hidupnya kowal-kawil. (JPNN/Gunarso TS)