Saturday, 20 October 2018

Jangan Mundur Tegakkan Perda Transportasi

Senin, 9 April 2018 — 8:08 WIB

DINAS Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta belakangan ini gencar menderek kendaraan yang parkir di bahu jalan dan lokasi terlarang lainnya. Langkah ini bersandar pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi.

Tak pandang bulu kendaraan milik siapapun yang parkir di sembarang tempat diderek. Bahkan, empat mobil pribadi yang parkir di depan rumah Wakil Gubernur Sandiaga Uno, di Jalan Pulobangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan juga diderek petugas ke tempat penampungan milik Dishubtrans.

Bila hendak mengambil mobil yang diderek itu, pemilik dikenakan denda Rp 500.000. Penarikan denda bagi mobil yang parkir sembarangan tidak melalui sidang, tetapi pemilik membayar langsung ke Bank DKI, setelah sebelumnya diberikan nomor virtual account.

Dasar hukum mengenakan denda bagi kendaraan yang parkir di sembarangan tempat yakni Perda Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah. Duit denda itu nantinya disetor ke kas daerah.
Tindakan tegas terhadap kendaraan yang melanggar Perda Transportasi diapresiasi Wakil Gubernur Sandiaga Uno. Bahkan Sandiaga menantang Dishubtrans untuk terus menderek kendaraan yang parkir di sembarang tempat.

Tujuannya pasca tindakan itu tidak ada lagi pelanggaran yang sama dilakukan lagi terutama parkir di atas trotoar. Tindakan ini juga bagian memberi rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan maupun pejalan kali.

Apresiasi dan tantangan Sandiaga terhadap Dishubtrans tentu didukung publik. Pihak Dishubtrans jangan sampai mundur menindak pelanggar Perda Transportasi. Apalagi kendaraan yang parkir di sembarang tempat di Jakarta gampang ditemukan.

Bukan cuma di bahu jalan-jalan protokol saja, tetapi di permukiman warga baik komplek elit maupun perumahan biasa banyak kendaraan terutama mobil yang diparkir sembarangan. Dampaknya sering terjadi cekcok antar warga karena dengan adanya mobil parkir liar kepentingan publik menjadi terganggu.

Inilah saatnya Dishubtrans menjawab tantangan dan dukungan Sandiaga untuk menertibkan kendaraan yang parkir di sembarang tempat. Sekalipun kendaraan pimpinan bila melanggar Perda Transportasi juga harus diderek dan didenda.

Kini publik menunggu Perda Transportasi benar-benar ditegakkan. Bukan dimiring-miringkan, apalagi tidak dijalankan. @*