Tuesday, 20 November 2018

Ketum Golkar: Parpol Bukan Cari Pacar, Jadi Tidak Pake Hati

Senin, 9 April 2018 — 8:51 WIB
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (ikbal)

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (ikbal)

JAKARTA – Partai Golongan Karya tidak mempermasalahkan jika terdapat koalisi besar mendukung Joko Widodo dalam Pilpres 2019. Diketahui selain Golkar, Jokowi juga mendapat dukungan dari PDI Perjuangan, NasDem, Hanura, PPP, PSI dan Perindo.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menilai koalisi besar dapat membentuk kekuatan politik besar, khususnya kekuatan politik di parlemen nantinya.

“Tentu semakin banyak semakin baik. Berarti kan kekuatan di parlemen akan semakin meningkat,” katanya di eks kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Airlangga menampik jika gemuknya koalisi bakal menimbulkan masalah baru terkait jatah calon wakil presiden pendamping Jokowi. Airlangga menandaskan tidak ada yang akan sakit hati jika pendamping Jokowi tidak berasal dari satu partai politik tertentu.

“Kan partai politik bukan cari pacar, jadi ga pake, ga ada hati hahaha,” imbuhnya.

Saat ditanya kans cawapres Jokowi berasal dari kader Partai Golkar, Menteri Perindustrian itu menyatakan hak itu kewenangan Jokowi. Dikatakan Airlangga pembahasan terkait Pilpres 2019 dengan PDI Perjuangan akan dilakukan setelah Pilkada 2018.

“Itu tanyanya sama presiden. Mau di bahas sesudah pilkada,” pungkas Airlangga.

Hingga saat ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat belum menentukan sikap politiknya. Sedangkan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera hampir dipastikan akan menjadi pihak yang berseberangan dengan Jokowi.

(ikbal/sir)