Monday, 23 July 2018

Love Bird Konslet Harganya Bisa Ratusan Juta Rupiah

Selasa, 10 April 2018 — 5:09 WIB
Ciri love bird konslet adalah berbunyi sambil tiduran dengan posisi kepala ke belakang atau  samping. (joko)

Ciri love bird konslet adalah berbunyi sambil tiduran dengan posisi kepala ke belakang atau samping. (joko)

JAKARTA – Di dunia seni suara perburungan kini ada istilah ‘love bird konslet’. Yaitu burung yang mampu ngekek secara terus-menerus tanpa putus sambil matanya merem melek. Burung seperti ini semakin digandrungi kicau mania sehingga harganya melambung tinggi sampai ratusan juta rupiah.

Sebelum ini, love bird yang sering dinobatkan sebagai juara kontes adalah yang ngekeknya panjang dan rajin. Durasi suara antara 20 detik dan 60 detik serta ditambah volume yang kasar dan keras, itulah yang sering jadi juara.

Namun banyak kicau mania yang nota bene sebagai peserta lomba kini mulai berpaling kepada love bird konslet yang bisa dicetak melalui terapi dan perawatan tertentu. Lalu, bagaimana cara menyulap love bird biasa menjadi konslet?

Salah satu anggota Komunitas Love Bird Indonesia (KLI) Murdiyanto mengatakan love bird normal kelas kontes biasa disebut fighter. “Kalau saat berbunyi biasanya sambil mengepakkan sayap atau berdiri tegak di tangkringan sambil menyemburkan suara kekekan yang keras dan panjang. Hal itu dilakukan berulang-ulang, namun terdapat jeda dari tiap rangkaian suara. Disebut fighter,” ujar kolektor burung kontes di Sunter, Jakut, Senin (9/4/2018).

“Tapi di jaman now, ketertarikan orang terhadap tipe konslet makin luar biasa karena sering menjuarai kontes suara love bird di kelas umum. Karena dia mampu berbunyi nonstop sampai puluhan menit, hanya jeda sangat pendek sekitar dua detik beberapa kali saja. Selebihnya adalah kekekan berkepanjangan,” ujar Murdiyanto yang mengistilahkannya sebagai ‘love autis’.

“Belakangan, tipe ‘arus pendek’ ini dikeluarkan dari tipe fighter dan dikelompokkan tersendiri dalam kelas ‘bebas aksi’ di setiap lombanya,” papar kicau mania yang sudah ratusan kali mengikuti kontes burung di berbagai daerah di Indonesia.

Ketua klub Garuda 268 Team, Edy Edward mengakui tipe konslet kini makin naik daun. “Belakangan saya sering mengelar lomba khusus kelas konslet yang jumlah pesertanya cukup banyak,” ujar Edy yang berprofesi sebagai event organizer kontes burung berkicau.

Pada awal Mei 2018, pihaknya akan menggelar lomba akbar khusus burung cinta bertajuk Indonesia Love Bird Open 2018 di Ancol Taman Impian, Jakarta. “Pada lomba ini saya menyiapkan sedikitnya sembilan kelas ‘bebas aksi’ untuk mengakomodir penggemar konslet,” jelasnya. Dia berani membuka konslet sebanyak itu berdasarkan masukan dari komunitas penggemar konslet.

CETAK KONSLET

Murdiyanto dan sejumlah anggota komunitas lainnya mengungkapkan bahwa tipe konslet pada umumnya bukan dari sifat alami burung, melainkan hasil dari terapi dan perawatan khusus.
“Intinya kita bisa mencetak love bird konslet melalui berbagai cara sesuai sifat masing-masing burung,” ujar Murdiyanto yang telah sukses mencetak beberapa ekor love bird konslet.

Pola perawatan dan terapi yang diterapkan oleh Murdiyanto antara lain menyiapkan burung usia sekitar dua bulan dan diutamakan dari trah induk suara panjang. Sejak kecil, burung dibiasakan mandi semprot tiap pagi dan malam, sangkar lebih banyak dikerodong, makanan biji-bijian, dan buah apel. “Untuk sayuran saya ganti pakai daun mengkudu yang diberikan tiap hari satu lembar daun yang sebelumnya dicuci dulu,” ungkapnya.

Dalam beberapa minggu kemudian, burung tersebut biasanya mulai menunjukkan sifat konslet antara lain bunyi berkepanjangan sambil kepala nyengklak ke belakang dengan mata merem-melek.

“Kalau tanda-tanda sudah mulai kelihatan, maka terapinya boleh dilanjutkan sampai burung menjadi dewasa agar konsletnya makin menjadi-jadi,” papar Murdiyanto yang sudah beberapa kali menjual konslet seharga puluhan juta rupiah.

Namun menurutnya burung konslet yang sering jadi juara di lomba tingkat besar, harganya mencapai ratusan juta rupiah.

Banyak cara terapi makanan dan minuman untuk bikin konslet antara lain daun tembakau, nusa indah, kecubung, dan lainnya. Namun kini sudah ada racikan ekstrak khusus yang dijual di toko pakan. “Tapi kunci utama adalah terapi mandi, jemur, dan kerodong,” pungkasnya. (joko/b)