Friday, 21 September 2018

Sindir Ratna Sarumpaet

Sandi: Mobil Ibu Saya Diderek, Gak Protes Walau Anaknya Wagub

Selasa, 10 April 2018 — 11:33 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.(ikbal)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.(ikbal)

JAKARTA – Perang dingin antara Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dengan aktivis Ratna Sarumpaet semakin menjadi. Setelah diminta tidak berkomentar oleh Ratna terkait persetujuannya dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sandi kini menyindir Ratna.

Sandi menuturkan, mobil ibundanya, Mien Rachman Uno juga diderek petugas Dishub DKI karena parkir tidak pada tempatnya. Sandi mengungkapkan ibundanya tidak memprotes tindakan tersebut meski anaknya seorang Wakil Gubernur.

“Kemarin gak banyak yang tahu, tapi mobil ibu saya juga keangkat (derek), di deket rumah saya. Karena saya bilang di (Jalan) Senopati, rumah ibu saya deket situ. (Meski) diangkat, dia gak protes walau anaknya Wakil Gubernur,” kata Sandi di Jalan Gunung Sahari Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2018) .

Sandi menambahkan ibundanya mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan membayarkan denda kemudian mengambil kembali mobil yang diderek. Sandi menegaskan siapapun yang melanggar meski petinggi partai sekalipun harua tetap ditindak dan harus mengikuti prosedur yang berlaku.

“Kita ingin sekarang dinas perhubungan melakukan sesuai kewenangannya, apa yang menjadi SOP, kita pasti terus sosialisasikan untuk adopsi perda ini. Jangan sampai kita lemah dalam enforcment perda ini,” tegas Sandi.

Sandi mengakui penegakan terhadap pelanggaran lalu lintas oleh Dishub DKI belum dilakukan secara merata di semua wilayah Jakarta. Sandi menyebut keterbatasan personel lapangan membuat tidak bisa melakukan pengawasan di setiap jalan. Karena itu, Sandi meminta peran masyarakat untuk melaporkan pelanggaran. Selain itu Sandi juga menuntut kesadaran masyarakat agar taat terhadap peraturan.

“Memang wilayahnya luas sekali dan pasti kemampuan Dishub untuk menertibkan itu terbatas. Jadi kita butuh masyarakat, laporan dari masyarakat, dan kita butuh juga kepatuhan dari warga Jakarta termasuk yang ada di Kementerian, termasuk yang ada di tempat tempat daerah elit untuk mematuhi, jangan hanya di spot-spot yang bisa dibilang seperti tebang pilih,” pungkas Sandi.

(ikbal/sir)