Friday, 14 December 2018

Kalap Hendak Menghabisi Bini Kepala Benjol Diketok Warga

Rabu, 11 April 2018 — 6:35 WIB
gelapmat

JIKA warga tak menggetok kepala Sadeli, 38, pakai pentungan, mungkin Latifah, 32, istrinya sudah tewas di tangannya. Sebab saking cemburunya Sadeli atas perselingkuhan itu, meski istri terjun ke kali masih dikejar pula. Untung warga segera bertindak, dan gagalah Sadeli jadi pembunuh.

Urusan perempuan, seorang lelaki bisa menjadi tega pada sesamanya. Jaman Orde Baru cengkeh bisa dimonopoli, tapi jaman apapun istri harus jadi monopoli seorang suami. Di banyak kejadian tak sedikit lelaki yang mati konyol gara-gara ganggu bini orang. Orang Jawa punya semboyan: sadumuk bathuk sanyari bumi (urusan perempuan dan tanah dibela sampai mati).

Sadeli warga Selapan Timur, OKI Sumsel, adalah manusia yang “paripurna”. Selain pencemburu, dia juga merupakan sosok yang gampang marah dan tersinggung. Emosional, kata orang. Jika tersinggung sedikit saja, langsung keluar ancamannya macam Kadir Srimulat, “Tak bunuh kamu!”

Kalau Kadir kan sekedar melucu, tapi Sadeli ini serius. Kata warga sekitarnya, suami Latifah ini memang kurang normal, jika tak mau disebut stress. Kenapa sampai stress? Apa parpolnya ditolak ikut pemilu? Bukan, karena Sadeli memang bukan politisi. Tapi Sadeli ini memang tak bisa diajak bercanda. Pembawaannya gampang marah, persis orang bludreg jarang kontrol. Untung warga sudah mafhum karakter Sadeli, sehingga setiap lelaki ini macem-macem warga pilih menjauh.

Kemarin dia bikin story sama istrinya. Dia marah-marah karena ada info bahwa Latifah punya PIL. Siapa lelaki idaman istrinya, dia tak bisa menyebut nama. Tapi berdasarkan sumber-sumber yang layak dipercaya, Latifah memang memiliki gendakan di luar rumah. Jadi boleh dikatakan, Latifah ini bersuami dua alias poliandri.

Gara-gara kabar itu, Sadeli menginterogasi istrinya pas wanita itu bertamu di rumah pamannya. Mestinya kabar itu diselesaikan di rumah, tapi di rumah paman pun aksi ribut tetap digelar. Istri sudah membantahnya, tapi tetap dipaksa ngaku. Bahkan kemudian dia mengeluarkan pisau. Latifah lari, tapi masih dikejar.

Dalam kondisi terpojok dia segera terjun ke kali dekat rumah si paman, eh,….Sadeli ikut terjun pula. Di tingkah derasanya aliran sungai, dia sempat menusukkan pisau itu ke tubuh istrinya, bahkan kepala Latifah sempat dibenamkan beberapa kali. Untung warga ada yang berani menggetok kepala Sadeli pakai pentungan, sehingga dia batal menganiaya istrinya lebih parah.

Persoalan ini kini ditangani Polsek Selapan Timur. Kata penduduk tetangga Sadeli di rumah, suami Latifah ini memang agak terganggu jiwanya, sehingga mudah marah dan sentimentil.

Orang sentimentil doyan pentil. (Sripo/Gunarso TS)