Wednesday, 19 September 2018

Pilihan yang Keliru

Rabu, 11 April 2018 — 6:20 WIB
oplosan

DALAM hidup memang banyak pilihan. Apa saja dalam segala hal, apakah itu menyelesaikan masalah, keluarga, ekonomi, cinta dan banyak lagi. Tapi, sayang banyak yang mengambil jalan pintas yang keliru. Kadang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Banyak kasus yang terjadi akhir-akhir ini. Kayaknya nggak masuk akal. Bayangkan saja beberapa waktu lalu, puluhan orang bergelimpangan jadi korban miras oplosan. Eh, masih saja ada korban lagi, dengan kasus yang sama,nenggak oplosan.

Kan sudah pada tahu, dan ramai dalam pemberitaan bahwa ada puluhan korban tewas akibat nenggak miras oplosan? Lho, kok Ente nggak pada ngerti, apa mau coba-coba, apa benar oplosan miras bisa membunuh? Wah, kelau begitu adanya, berarti Ente stres!

Ya, terakhir ini memang lagi banyak orang stress. Lihart saja hanya persoalan spele, seseorang bisa nekat menganiaya orang lain. Anak menganiaya bapak kandungnya. Dengan cara menggebuk kepala pakai balok. Apa nggak berpikir kalau balok bisa membunuh orang, apalagi yang dipukul kepalnya? Apalagi kepala orang tua,yang sudah renta?

Kembali soal miras oplosan. Kayaknya petugas sudah mulai tegas ya. Tapi, mengapa masih saja ada yang badung menjual oplosan? Nah, pedang dan produsen juga harus ditindak tegas. Mereka seharusnya berpikirlah, bahwa yang dijual itu bukan sekadar minuman buat mabok, tapi itu racun. Kalau sudah tahu racun yang mematikan, kok masih diproduksi dan dijual?

Ini masyarakat juga kepingin tanya, apakah para produsen dan penjual miras oplosan juga stres? Masa karbol dicampur ke minuman? Ah, dasar orang stress!

Kalau lagi stress, janganlah ajak-ajak orang lain! –massoes