Tuesday, 26 March 2019

Anies Cari Benang Merah Persoalan Integrasi Transportasi di Jakarta

Jumat, 13 April 2018 — 15:50 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan.(dok/ikbal)

Gubernur DKI Anies Baswedan.(dok/ikbal)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya mencari benang merah dengan membuat peta persoalan integrasi transportasi publik di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meyakini permasalahan di setiap wilayah di ibu kota berbeda-beda. Karenanya forum discussion grup (FGD) diperlukan sebagai solusi atas permasalahan-permasalahan tersebut.

Anies mengatakan Pemprov DKI perlu menginventarisasi persoalan yang langsung disampaikan pelaku transportasi, baik warga sebagai pengguna maupun operator transportasi.

“Kenapa kita kumpulkan semua supaya ketemu semua masalahnya sehingga problem seperti itu bisa selesai. Yang sering masalah itu kalau kita hanya melihat, seperti yang sekarang kita akan uji coba di satu atau dua tempat ya di tempat itu saja, ya barangkali bisa terselesaikan. Tapi kalau seluruh Jakarta yang terintegrasi tidak cukup,” ujar Anies di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (13/4/2018).

Dalam FGD, Pemprov DKI Jakarta mengundang 28 operator, para pakar dan fasilitator. Anies menyebut adanya fasilitator dibutuhkan sebagai penengah dalam diskusi. Fasilitator juga diharapkan mampu memberikan gagasan-gagasan agar sistem integrasi transportasi di Jakarta bisa berjalan dengan baik.

“Tujuan akhir dari pertemuan ini adalah kita ingin transportasi umum massal yang terintegrasi, terintegrasi artinya tersatukan. Dari sisi apa? Tarifnya, manajemennya dan sisi rutenya. dan ini mermelukan kerja sama semuanya,” tandas Anies.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta di bawah Anies memiliki program integrasi transportasi one karcis one trip (OK Otrip). Namun banyak operator yang enggan bergabung dengan program tersebut karena mengaku merugi. Tarif rupiah perkilometer yang ditawarkan Pemprov tidak lebih menguntungkan jika tidak bergabung dengan program tersebut.(tri)