Friday, 14 December 2018

Belum Juga 5 Tahun Dipakai ‘Sarung’ Jokowi Ditarik-tarik

Jumat, 13 April 2018 — 7:08 WIB
pakjok

ANDAIKAN jabatan presiden itu diibaratkan sarung, maka paling lama memakai adalah Pak Harto, sampai 32 tahun. Bung Karno 18 tahun, SBY 10 tahun (2 periode). Megawati mengenakan “sarung” lungsuran (bekas pakai) Gus Dur. Tetapi Jokowi, “sarung” itu belum juga dipakai sampai 5 tahun, sudah ditarik-tarik oleh Gerindra-PKS.

Sarung itu merupakan pakaian paling demokratis. Pemakainya bebas bergerak. Praktis lagi, karena dipakai salat bisa, untuk kemulan (selimut) juga nyaman. Maka jika kekuasaan yang namanya presiden itu diibaratkan sarung, banyak orang yang ingin mengenakan. Sebab jika sudah bersemayam di dalam itu “sarung”, minimal 5 tahun, rasanya sungguh anget dan damai.

Selama 72 tahun Indonesia merdeka, baru 7 orang yang berhasil menikmati sarung republik, yakni: Bung Karno, Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY dan Jokowi sekarang. Kenapa sudah lumayan lama republik berdiri kok baru 7 orang yang mengenakan? Karena ada yang “serakah” dengan mengakali undang-undang, sehingga yang lain lama tidak kebagian.

Bung Karno mengenakan sarung itu sekitar 18 tahunan, yakni dari 1945 sampai 1947, nyambung lagi 1950 hingga 1966. Setelah itu “sarung” dipakai oleh Pak Harto sampai Mei 1998. Mestinya beliau cukup menjabat 2 periode, tapi karena UU berhasil diakal-akali lewat penafsiran lain, walhasil 32 tahun lamanya Pak Harto mengenakannya. Saking lamanya sarung itu dipakai, baunya sampai ledis (apek).

BJ Habibie adalah pemakai sarung republik paling singkat, cuma 17 bulan (21 Mei 1998-20 Oktober 1999). Gus Dur juga hanya 21 bulan (20 Oktober 1999-23 Juli 2001), karena dibetot paksa oleh Ketua MPR Amien Rais dan dilungsurke (bekas pakai) kepada Megawati (23 Juli 2001-20 Oktober 2004).

Sarung itu kemudian dikenakan SBY selama 10 tahun dari 20 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2014), melalui Pilpres langsung. Banyak tokoh lain ingin mengenakan sarung tersebut, misalnya Wiranto, Prabowo, Jusuf Kalla, Amien Rais; tapi semuanya gagal total.

Jokowi mengenakannya sejak 20 Oktober 2014, dan baru habis 20 Oktober 2019 mendatang. Tapi oleh Gerindra dan PKS sebagai parpol oposisi, sejak awal dikenakan sarung itu selalu ditarik-tarik dengan alasan Jokowi tidak pantas mengenakannya. Bahkan kini dengan hastag #2019 Ganti Presiden, kedua parpol itu mengajak PAN, PKB dan Demokrat untuk merebut sarung itu dari Jokowi dan gantian Prabowo yang memakai. -gunarso ts