Wednesday, 25 April 2018

Pembuat Miras Oplosan Bakal Dijerat dengan Pasal 338 KUHP

Jumat, 13 April 2018 — 16:25 WIB
Kepala Polisi Resort Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto

Kepala Polisi Resort Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto

BEKASI – Awal April ini Kota Bekasi sempat dihebohkan dengan kasus minuman keras oplosan yang menewaskan tujuh orang peminumnya. Dari hasil pengusutan polisi tempa miras itu dioplos ternyata di Kecamatan Jatiasih, Pondok Gede, dan Bekasi Selatan. Kini kasus tersebut masih terus dikembangkan oleh Polres Metro Bekasi Kota.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji mengenai apakah pembuat miras oplosan bisa jerat dengan Pasal 338 tentang pembunuhan yang tentu ancaman hukumannya lebih berat.

“Kalau hasil dokter visum itu menunjukkan bahwa meninggalnya akibat minuman keras itu maka saya akan kenakan pasal 338, karena berarti si penjual minuman keras itu, paling tidak ketika dia menjual dia dapat mengira bahwa minuman ini akan dapat membunuh orang yang meminum, dia tetap lakukan itu berarti sudah sengaja melakukan pembunuhan,” kata Indarto Markas Polrestro Bekasi Kota, Jumat (13/4/2018).

Indarto juga menuding bahwa apa yang dilakukan oleh pembuat miras oplosan sudah termasuk ke niat melakukan kesengajaan membunuh.

“Itu namanya Dolus Eventualis, jadi kemampuan dapat membayangkan itu masuk di niat. Jadi si orang ini dapat membayangkan bahwa minuman ini sangat membahayakan buat kesehatan dan dikasihkan lalu mati, maka dia kena pasal pembunuhan. Kita akan kenakan itu,” tambahnya.

Mengenai jumlah korban tewas, Indarto belum mendapatkan kabar resminya. Terakhir terdapat tujuh yang tewas, ia mengaku sempat mendapat kabar ada satu korban lagi yang tewas. “Tapi secara resmi baru tujuh orang yang tewas akibat miras oplosan,” tuturnya.

Kapolrestro Bekasi Kota itu juga memberikan pesan kepada para penjual miras untuk berhati-hati dengan barang jualannya. “Untuk penjual miras jangan macam-macam, ini kalau mati bisa kena (pasal) pembunuhan dia.” tegasnya.(cw1/b)