Friday, 20 April 2018

Jalur Pantura Indramayu Diselimuti Asap

Sabtu, 14 April 2018 — 0:20 WIB
Jalur Pantura berasap karena petani bakar jerami

Jalur Pantura berasap karena petani bakar jerami

INDRAMAYU – Banyak pengguna Jalan Pantura Indramayu, Jawa Barat tiba-tiba menggerutu lantaran dalam beberapa hari terakhir ini kondisi jalan nasional terpanjang di Pulau Jawa ini berasap.

Akibatnya, kata Dirman, 58 selain mengganggu pernapasan pengguna jalan juga dapat membahayakan keselamatan para pengendara. Hal itu karena asap yang cukup tebal dapat membuat jarak pandang pengendara kendaraan bermotor menjadi terbatas.

“Asapnya pada titik-titik tertentu cukup tebal, sehingga pernafasan terganggu,” katanya. Asap yang tebal juga menjadikan mata pengendara saat l melihat ke depan terhalang.

Selidik punya selidik, adanya asap yang mengganggu pengendara itu disebabkan karena kebiasaan petani sehabis memanen padi lalu membakar tumpukan jeraminya sehingga menghasilkan asap yang cukup mengganggu. Asap terbang terbawa angin sehingga menimbulkan polusi udara di sekitar sawah maupun di jalan Pantura.

Pemantauan Pos Kota, kabut asap cukup banyak dijumpai di jalan Pantura Kecamatan Kandanghaur, Losarang, Lohbener, Widasari, Jatibarang dan Kertasemaya. Siang maupun malam hari, kabut asap pembakaran jerami itu memenuhi area pesawahan dan merembet hingga ke jalan Pantura.

Kabut asap pembakaran jerami itu dampaknya dirasakan para pengguna jalan Pantura pada malam hari. “Wilayah Kecamatan Kandanghaur, Losarang dan Lohbener merupakan daerah paling parah dilanda kabut asap karena tiga kecamatan itu saat sekarang tengah memasuki masa panen padi,” ujar Toto, 60.

Seorang petani di Kecamatan Losarang, Udin,47 mengemukakan, sudah menjadi kebiasaan para petani setiap musim panen membakar jerami. Alasan membakar jerami itu katanya karena ada dua manfaat. Pertama, dapat meningkatkan kesuburan tanah, karena arang atau sisa pembakaran jerami itu mengandung kalium yang dapat menyuburkan tanaman.

Kedua, pembakaran jerami dapat mematikan hama padi. Terutama hama ulat atau penggerek batang. Sebab biasanya hama itu bersemayam di batang padi, ketika jeraminya dibakar hamanya ikut terbakar dan mati. (taryani/b)