Sunday, 22 April 2018

Kemenpar Agresif, MTF Surabaya Terus Berkelanjutan untuk Pariwisata Dalam Negeri

Sabtu, 14 April 2018 — 0:30 WIB
Majapahit Travel Fair (MTF) 2018 di Surabaya. (dok. Kemenpar)

Majapahit Travel Fair (MTF) 2018 di Surabaya. (dok. Kemenpar)

JAKARTA – Rasa bahagia terpancar dari panitia Majapahit Travel Fair (MTF) 2018 di Surabaya. Keperdulian pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang terus agresif berpromosi dan ikut andil dalam berbagai kegiatan pariwisata membuat MTF berkelanjutan dari tahun ke tahun.

“Saya senang dengan kepimpinan Pak Menteri Arief Yahya, karena sangat agresif, sangat perduli. Itu yang membuat kami juga terus semangat menggelar MTF hingga yang ke-19 tahun ini. Ini berdampak baik bagi masyarakat kita,”ujar Ketua Panitia Pelaksana MTF 2018 Dadan Kushendarman di acara pembukaan yang dilaksanakan di Grand City Surabaya, Kamis (12/4).

Dadan bangga dengan event yang digelarnya . Selain mendapatkan dukungan dari Kemenpar, perhelatannya tersebut juga didukung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur dan berbagai sponsor swasta.

Kebanggaan itu muncul karena mayoritas transaksi dari Business to Business (B to C) maupun dari Business to Consumer (B to C) semuanya bermuara kepada wisatawan masuk atau biasa disebut In Bound. B to B digelar di Hotel Bumi Surabaya. Sementara B to C digelar di Grand City Surabaya.

“Jadi event ini bukan mengajak wisatawan untuk ke luar negri, namun ke dalam negeri. Jadi berdampak kepada masyarakat kita. Masyarakat kita semakin makmur, dan industri kita juga semakin baik dalam berpromosi,. Apalagi dengan agresifnya Kemenpar sekarang, membuat semua semakin semangat,”ujar Dadan.

MTF 3018 sedikitnya diikuti 120 buyers dari 15 negara. Event ini dilangsungkan dari tanggal 12 hingga 15 April 2018. 19 Ribu paket wisata menjadi target dalam even ini. Deputi Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Sumarni mengatakan, event ini sangat menangngkat Indonesia.

Event ini bentuk impelementasi yang diminta oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk lebih banyak menjual inbound dengan memperbanyak buyers sekaligus sebagai upaya mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 17 juta wisman di tahun 2018. Seperti diketahui, target ini akan meningkat menjadi 20 juta wisman dan 275 juta wisnus pada 2019 mendatang.

“Penyelenggaraan direct selling lewat kegiatan bursa dan pameran MTF ini bagian dari strategi BAS (Branding, Advertising, dan Selling) yang selalu diungkapkan pak Menteri Arief Yahya,”kata Pitana.

Lebih lanjut Pitana menambahkan, Kemenpar saat ini terus melakukan branding wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia. Sementara advertising dilakukan pemerintah bersama dengan industri pariwisata, sedangkan (direct selling dilakukan langsung oleh industri (pelaku bisnis) pariwisata seperti diajang MTF 2018 ini.

Kepala Bidang Area Jawa Kemenpar Wawan Gunawan mengatakan, MTF 2018 ini jadi sarana untuk meningkatkan kunjungan wisatawan (wisman dan wisnus), menciptakan peluang bisnis, dan sebagai ajang mempromosikan pariwisata Jatim dan daerah lain di Indonesia.

“Pada penyelenggaraan MTF tahun ini, pihak panitia mengangkat tema Cultural Uniqueness. Ini sudah tahun ke-19, ini artinya event ini sangat konsisten dan harus terus dijaga,”katanya.

Wawan menambahkan, diharapkan penjualan pax yang dibidik pada MTF 2018, target nominalnya adalah Rp 59,2 miliar.Karenanya, even yang berlangsung 4 hari ini juga menargetkan 29 ribu pengunjung. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan travel mart memang masih menjadi salah satu instrumen untuk membuat industri pariwisata lebih bergairah. Termasuk MTF 2018 ini.

“Kelak setiap hari kini industri bisa pameran dan promosi via online juga. Setiap saat ada penawaran menarik, paket baru yang heboh, dan space nya di dunia online, yang menjangkau seluruh dunia dalam waktu yang bersamaan. Jadi selain dengan pameran, jangan lupakan go digitalnya,” katanya.

Menpar Arief Yahya menilai pameran ini adalah ajang pertemuan yang penting antara para penyedia jasa pariwisata dan calon wisatawan. Travel Mart itu juga menjadi kesempatan bagi para pelaku bisnis untuk bertransaksi, baik itu yang bergerak di bidang atraksi, amenitas maupun akses.

“Terus majukan bisnis di sektor Pariwisata, karena salah satu keunggulan bangsa ini adalah cultural industry, dan pariwisata bagian dari cultural industry. Selamat kepada MTF 2018, sudah berhasil melaksanakan event yang ke-19. sukses terus untuk MTF 2018,” katanya. (prihandoko)

Terbaru

Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa'adi.(ist)
Senin, 23/04/2018 — 1:03 WIB
Soal Perppu Perkawinan Anak, ini Permintaan MUI
Pemain Manchester City merayakan gol  yang dicetak Kevin de Bruyne ke gawang Swansea City. (reuters)
Senin, 23/04/2018 — 0:37 WIB
Manchester City Cukur Swansea 5-0
Ilustrasi
Senin, 23/04/2018 — 0:18 WIB
Jamaah Haji Bekasi Juga Diminta Sehat Jasmani