Monday, 20 August 2018

Bini Sakit Berkepanjangan Santriwati Dimakan Suami

Senin, 16 April 2018 — 6:13 WIB
santir

SAWALUDIN, 58, memang suka mengecilkan masalah. Sudah jelas-jelas menggauli lima santriwati asuhan istrinya, bisa-bisanya bilang tak memaksa dan minta maaf. Padahal pada polisi Sawaludin mengaku, Ny. Rohayah 50, istrinya sakit berkepanjangan, sehingga terpaksa harus cari penyaluran.

Sawaludin warga Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, agaknya termasuk oknum ustadz yang mudah tergoda setan. Ketika dia menggantikan tugas istri mengajari ngaji para santriwati, justru ada gempuran setan yang mengajaknya berbuat hil-hil yang mustahal.

Istrinya, Ny. Rohayah, memang punya banyak murid untuk belajar ngaji padanya. Mereka adalah para tetangga satu desa, bahkan ada juga dari desa-desa lain. Tapi sejak dua tahun lalu Bu Rohayah prak-prek menderita sakit. Agar kelompok ngaji ini tetap jalan, Awaludin sebagai suami membantu ikut pula mengajar.

Soal menurunkan ilmu agama untuk para murid, Awaludin juga tak mau kalah dengan istrinya, dia juga menguasai. Dia masih bisa menghendel. Tapi ada satu sisi yang bikin Sawaludin pusing untuk mengatasinya. Sebab sejak istrinya sering sakit, praktis dan otomatis selama 2 tahun ini tak pernah lagi dapat pelayanan ranjang. AS-Inggris sibuk menggempur dan nembaki Suriah, sedangkan Sawaludin 2 tahun tak “nembak” Rohayah.

Dalam kondisi demikian, setan-setan mulai menggarap ustadz Sawaludin. Jika setannya hanya lulusan SMA atau sarjana S1, pasti tak mempan mempengaruhi. Tapi kini setan S3 lulusan AS pun diturunkan. Mereka mulai cuci otak Sawaludin, agar mudah tertarik pada santriwati yang baru berusia 10 sampai 15 tahunan itu.

Bujukan itu mengena. Salah satunya, Sawaludin mulai memanfaatkan ilmunya untuk berbuat hil yang mustahal. Salah satu murid dipanggil masuk kamar untuk memijit. Tapi habis itu jadi lari ke mana-mana, sampai kemudian terjadi persetubuhan dengan murid istrinya. “Jangan bilang sama siapa saja ya,” pesan Sawaludin.

Karena santriwati itu taat pada konsesus, skandal Sawaludin tak terungkap. Hanya dalam waktu sebulan sudah ada lima santriwati yang berhasil dinodainya. Semuanya dapat pembekalan yang sama; jangan cerita ke mana-mana, tahun 2019 dijamin tak ada ganti ustadz Sawaludin.

Skandal itu terbongkar justru bukan dari mulut santriwati, tapi malah dari gerak langkah salah satu korban. Karena sepulang dari rumah Sawaludin kok jalannya jadi ngegang macam roda kehabisan lakher, segera ditanya orang tua, apa gerangan yang terjadi? Mengakulah santriwati bernama Maisaroh, 14 , bahwa pernah digauli secara paksa oleh suami daripada Ny..

Begitu dilaporkan ke polres, tak lama kemudin muncul korban lainnya, yang kesemuanya berujung pada Sawaludin. Polisi pun segera mencokok suami Rohayah.

Dalam pemeriksaan Sawaludin mengakui semuanya. Tapi sekali lagi dia menegaskan, sama sekalit tak memperkosa, karena semuanya atas dasar suka sama suka. “Untuk itulah saya mohon maaf,” kata Sawaludin seakan minta kasusnya jangan diproses.

Takut ada tuduhan kriminalisasi ustadz, ya? (JPNN/Gunarso TS)