Sunday, 16 December 2018

Diperiksa Penyidik KPK, Isteri Gubernur Sumut Keluar Lewat Pintu Belakang

Senin, 16 April 2018 — 19:23 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

MEDAN – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 22 orang saksi, untuk dimintai keterangannya terkait 38 anggota dan mantan anggota DPRD Sumut yang dijadikan tersangka oleh KPK.

Hal ini merupakan kelanjutan dari pemeriksaan terhadap sekitar 50 saksi yang sebelumnya sudah dilakukan. Begitu juga dengan Evi Diana Sitorus, istri Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi. Usai diperiksa penyidik KPK, Evi keluar lewat pintu belakang Mako Brimob Polda Sumut, Senin (16/4). Sehingga, wartawan terkecoh dan tak berhasil mewawancarai Evi.

Selanjutnya disusul Sekretaris DPD Demokrat Sumut yang juga anggota DPRD Sumut, Meilizar Latif. Pemeriksaan Evia Diana Sitorus oleh KPK pun dibenarkan mantan anggota DPRD Sumut dari Fraksi Demokrat, Rustiawati.

“Iya diperiksa juga. Tadi ada di dalam, tapi dia (Evi Diana Sitorus) pulang duluan. Cepat tadi dia diperiksanya,” kata Rustiawati yang ditemui wartawan usai menjalani pemeriksaan.

Sejak pagi tadi, sebanyak 22 nama dari mantan anggota DPRD Sumut menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Para wakil rakyat ini diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi perihal penyidikan lanjutan penetapan 38 anggota dan mantan anggota DPRD Sumut yang sudah ditetapkan tersangka terkait kasus suap Gatot Pujo Nugroho.

Terima Uang Ketok Rp 127,5 Juta

Sebelumnya, Evia Diana Sitorus menjadi saksi dalam sidang lanjutan Gatot Pujo Nugroho terkait kasus dugaan suap DPRD Sumut senilai Rp 61 miliar di Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Kamis (12/1/2017) lalu.

Bernaung di bawah usungan Partai Golkar, kala itu Ajib Shah selaku Ketua Fraksi menjanjikan, satu anggota mendapat jatah Rp 400 juta.

Akan tetapi, Evi Diana tak menerima uang secara keseluruhan seperti yang dijanjikan Ajib Shah. Dia hanya menerima total Rp 127,5 juta.

Rincian uang pengesahan APBD yang diterima Evi Diana yakni, Rp 12,5 juta pengujung 2015. Selanjutnya, Rp 15 juta pertengahan 2014 dan Rp 50 juta akhir 2015. Awal 2015, Evi Diana mengaku kembali mendapat Rp 50 juta lagi. Uang yang diterimanya keseluruhannya diberikan Ali Nafiah yang katanya bersumber dari dana Pemprov Sumut.

“Total yang saya terima Rp 127,5 juta. Uangnya diberikan setelah pengesahan APBD dan tidak ada tanda terima. Kalau interplasi saya tidak ada terima. Semuanya telah saya kembalikan ke KPK,” ucap Evi. (samosir/win)