Sunday, 23 September 2018

Ditemani Dua Wanita, Bandar Sabu Mati Ditembak di Sedan Mewah

Senin, 16 April 2018 — 22:35 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA – Lima tahun beraksi, kaki tangan alias antek bandar sabu mampu membeli sedan mewah BMW 320i. Sepak terjangnya berakhir di ujung pistol polisi saat disergap di Kemayoran, Jakpus, Senin (16/4).

Senin siang bolong, dia ditembak mati lantaran merebut pistol polisi saat akan disergap di Jalan FBR Motik, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dua wanita yang jadi kurirnya menjerit di dalam mobil polisi saat mengetahui teman pria mereka tewas didor.

Dua pelor dari pistol anggota Satnarkoba Polres Pusat melubangi dada kiri dan kanan A alias S alias T. Pria 42 tahun terjengkang tak berkutik. Jasadnya kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Polisi menyita 109 gram sabu, telepon genggam, uang Rp100 ribu dan mobil BMW tipe 320i B 888 RDI senilai ratusan juta rupiah.

“Mobil mewah tersebut dibeli dari hasil penjualan sabu. Lima tahun dia menjadi kaki tangan bandar,” ungkap Wakapolres Metro Jakpus AKBP Arie Ardian Rishadi. Selain itu, polisi juga menciduk dua perempuan berinisial EF alias MA,49, dan N alias BD,42,

“Kedua perempuan ini berperan membantu A mengantarkan shabu ke pengedar. Sedangkan bandar besarnya masih kembangkan,” tambah Arie Ardian.

ANTAR SHABU

Keberadaan antek bandar shabu tersebut diketahui setelah polisi meringkus dua emak-emak ini saat mereka akan mengantarkan 3 gram shabu ke pengedar di kawasan Johar Baru.

“Kedua ibu rumah tangga itu mengaku barang haram tersebut dari A. Mereka hanya diberi tugas mengantarkan sabu dengan imbalan Rp300.000 sekali mengantar,” kata Arie.

Polisi meminta kedua wanita ini mengembalikan titipan sabu itu kepada A dan disepakati bertemu sekitar pk.13:00 di Kemayoran. Sejumlah polisi meluncur dan menyebar di sekitar lokasi. Selang tak lama kemudian, A muncul mengendarai mobil BMW. Sementara kedua wanita kurir ini berada di dalam mobil polisi.

Ketika A keluar dari mobil mewahnya, polisi sigap menyergap. “Di luar dugaan dia melawan dan merebut pistol anggota, sehingga anggota lainnya melumpuhkan dengan dua tembakan hingga meninggal,” ungkap Arie.

Melihat ‘bos’ mereka mati ditembus peluru, kedua emak-emak tersebut hanya bisa menjerit histeris di dalam mobil. Keduanya dibawa ke mapolres dan dijebloskan ke sel. (silaen)