Sunday, 23 September 2018

Hadapi Miras Oplosan, Begini Kompaknya Kapolres, Walikota, Kajari Bekasi

Senin, 16 April 2018 — 22:06 WIB
Kapolres Metro Bekasi Kota foto bersama Pj. Walikota Bekasi, Kajari Kota Bekasi, Wakil Ketua PN Kota Bekasi, dan Dandim 0507 Kota Bekasi menunjukkan barang bukti miras hasil sitaan.

Kapolres Metro Bekasi Kota foto bersama Pj. Walikota Bekasi, Kajari Kota Bekasi, Wakil Ketua PN Kota Bekasi, dan Dandim 0507 Kota Bekasi menunjukkan barang bukti miras hasil sitaan.

BEKASI – Pihak Polres Metro Bekasi Kota akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam usaha untuk memberantas minuman keras di Kota Bekasi, baik miras oplosan maupun miras botol.

Hal tersebut diutarakan oleh Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto setelah melakukan pertemuan dengan Pj. Walikota Bekasi, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kota Bekasi sore ini, Senin (16/4/2018) di Kantor Polres Metro Bekasi Kota, Jalan Pramuka no.79, Kota Bekasi.

“Dalam pertemuan tadi ada dua hal yang substansial dari kami berkoordinasi. Yang pertama, Pak Wali dan saya nanti akan bentuk tim, kami akan sisir dan akan razia semua toko-toko penjual minuman keras terutama yang menyamar di toko-toko jamu,” kata Indarto.

“ Penjual jamu yang tidak berizin atau berizin akan kami sisir, kalau tidak ada mirasnya dan dia gak ada izinnya tetep akan ditutup oleh Pak Wali, apalagi gak ada izin jual miras, itu pasti kami akan tutup,” tandasnya.

Hal kedua, lanjutnya, tak kalah penting. Yakni, bagi penjual miras tidak ada ampun lagi, sanksi pidana paling keras akan diterapkan.

“Tadi sudah ada masukan dari pak Kajari dan pak Wakil Ketua PN, jadi kalau nanti ini masih ada (yang jual) nanti kami tangkap dan akan kami tahan, termasuk penjual miras yang bukan oplosan kami akan tahan. Pasal yang akan digunakan sudah berbagai undang undang, dan pidananya pun banyak diatas 5 tahun. Jadi saya harapkan, sudah berhenti dan kembali ke jalan yang benar,” sambungnya.

Selain itu, Indarto menjelaskan bahwa Pj. Walikota Bekasi akan berdiskusi dengan DPRD Kota Bekasi  mengenai perubahan Perda Kota Bekasi mengenai minuman keras.

Kombes Pol Indarto

Pj. Walikota Bekasi, Ruddy Gandakusah bersebelahan dengan Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto di Polres Metro Bekasi Kota.

 

“Mungkin akan ada beberapa penekanan-penekanan termasuk sanksi hukuman kurungannya plus bagi peminumnya juga mungkin kami akan berusaha dimasukkan juga untuk diberikan sanksi,” jelasnya.

Indarto juga menjabarkan bahwa dirinya dalam pertemuan tersebut juga membahas mengenai hukuman tambahan untuk para penjual jika dapat menyebabkan peminumnya tewas.

“Kalau kami kenakan UU Kesehatan bisa diatas lima tahun, tadi Pak Kajari sampaikan bahkan dicoba pasal-pasal yang mengakibatkan meninggal dunia. Kalau itu sengaja, bisa dibuktikan, maka itu bisa masuk pembunuhan. Kalau itu kealpaan, tidak sengaja, pasal 359,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Pj. Walikota Bekasi, Ruddy Gandakusumah menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bekasi sudah memiliki komitmen bersama Polres Metro Bekasi Kota dalam memberantas minuman haram tersebut, dan juga nantinya akan merazia toko obat di Kota Bekasi.

“Pertama, kami akan memastikan mengenai toko-toko obat yang berizin ataupun yang tidak berizin, semuanya akan dirazia. Yang kedua, kami bicara jangka pendek dan jangka panjangnya, betul kata pak Kapolres tadi jangka pendek dalam rangka operasi gabungan nanti kami akan mengerahkan Disperindag kita, Satpol PP bergabung dengan polisi,” terang Ruddy Gandakusumah.

“Yang ketiga, saya sudah perintahkan kepada Camat dan Lurah untuk koordinasi dengan Polsek setempat untuk bisa memastikan mengenai titik-titik di mana miras dijual dan langsung dilakukan operasi. Yang paling penting kami akan back up semua karena ini penyakit masyarakat. Target kami sebelum puasa harus bersih,” sambungnya.(cw1/win)