Saturday, 20 October 2018

Jembatan Tanjakan Tinumpuk Diperbaiki, Arah Cirebon-Indramayu Ditutup

Senin, 16 April 2018 — 10:10 WIB
Jembatan Tanjakan Tinumpuk Kecamatan Juntinyuat Indramayu Jabar ditutup karena sedang  diperbaiki. (taryani)

Jembatan Tanjakan Tinumpuk Kecamatan Juntinyuat Indramayu Jabar ditutup karena sedang diperbaiki. (taryani)

INDRAMAYU – Semua jenis kendaraan roda empat atau lebih yang biasanya melintasi rute ruas jalan Cirebon – Balongan – Indramayu,  mulai saat ini ditutup,  lantaran ada  perbaikan  Jembatan Tanjakan Tinumpuk yang amblas.

Sejak ada kegiatan perbaikan Jembatan Tanjakan Tinumpuk,  praktis rute  semua jenis kendaraan roda empat atau lebih  dari arah Cirebon menuju Indramayu tidak bisa melalui Kilang BBM Pertamina Balongan karena jalannya  harus berputar menuju Jalan Mulia Asri – Kota Indramayu. Begitupun dari arah sebaliknya.

Jika ada pengendara kendaraan roda empat dari arah Cirebon menuju ke Kilang BBM Pertamina Balongan, kendaraannya  terpaksa harus memutar ke arah Jalan Mulia Asri – Jalan Raya Sukaurip – Tegalurung – Balongan.

Seorang pengguna jalan, Lia, 25 ketika dikonfirmasi Pos Kota, Senin (16/4/2018)  mengemukakan, Jembatan Tanjakan Tinumpuk sebenarnya belum lama ini sudah diperbaiki. Entah kenapa sekarang kondisi jembatan itu  sudah rusak kembali.

“Perasaan baru beberapa bulan saja Jembatan Tanjakan Tinumpuk itu diperbaiki, sekarang keadaannya sudah rusak lagi. Aspal yang akan menaiki jembatan itu amblas” ujarnya sambil menggerutu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Penataan Ruang (PUPR), H.Omarsyah menjelaskan, beberapa penyebab yang melatarbelakangi cepat rusaknya jalan dan jembatan di Kabupaten Indramayu yaitu karena kesadaran pengendara kendaraan bermotor, khususnya kendaraan angkutan barang yang mengangkut muatan melebihi tonase.

Selain kesadaran pengendara yang masih rendah, penyebab sering rusaknya jalan dan jemabatan di Indramayu itu disebabkan karena kondisi tanah di bawah permukaan jalan atau jembatan itu  labil sehingga hal itu sangat berpengaruh pada pondasi jalan atau jembatan. Jalan atau jembatan sering amblas karena tak mampu menahan tekanan beban kendaraan barang dengan tonase yang cukup berat.

Kepala Bidang Keselamatan Lalu-lintas Dinas Perhubungan Indramayu Esmega, ST melalui Kepala Seksi Teknis Sarana dan Prasarana H.Nono Darsono,ST mengemukakan, masalah pemanfaatan jalan diatur berdasarkan Undang-Undang No.22 tahun 2009 Tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan.

Dalam UU No.22/2009 itu misalnya disebutkan,  Jalan Kelas III yaitu;  jalan arteri, kolektor, lokal dan lingkungan yang dapat dilalui kendaraan bermotor dengan muatan sumbu terberat 8 ton.

Dishub Indramayu siap memasang rambu larangan kendaraan yang lewat di jalan Kelas II, I jika banyak kendaraan bermotor yang lewat melebihi tonase. “Kami siap memasang rambu larangan,” kata Nono Sudarsono,ST. (taryani/tri)