Wednesday, 19 September 2018

Kirab Panji Helaran Keraton Sumedang Larang Berlangsung Khidmat

Senin, 16 April 2018 — 14:19 WIB
Kirab Panji Helaran. (dok kemenpar)

Kirab Panji Helaran. (dok kemenpar)

SUMEDANG – Suasana khidmat dan sakral terjadi saat Kirab Panji Helaran Keraton Sumedang Larang, Sabtu-Minggu (14-15/8). Kirab yang menjadi bagian peringatan Hari Jadi ke-440 Sumedang, dilaksanakan mulai kantor Kecamatan Darmaraja sampai Komplek Gedung Negara Pemkab Sumedang.

“Kirab ini merupakan gelaran rutin dalam memperingati hari jadi Sumedang. Kirab ini bertujuan memelihara tradisi budaya Keraton Sumedang Larang sebagai pelanjut Kerajaan Pajajaran. Tujuannya, menuju rekonstruksi keraton dan revitalisasi Keraton Sumedang Larang,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Sumedang, Endah Kusyaman, Minggu (15/4).

Bertema ‘Sumedang Mengundang’, prosesi kirab diikuti oleh ratusan peserta. Terdiri dari 7 Umpak Mandala Raja Keraton Sumedang Larang, Bupati Sumedang, unsur muspida serta tamu undangan. Begitu juga semua paguyuban budaya dan padepokan pencak silat serta rurukan adat yang ada di Kabupaten Sumedang.

Kirab juga diisi dengan prosesi serah terima Panji Keraton Sumedang Larang. Hal tersebut dilakukan secara estafet, di setiap kantor kecamatan yang dilalui.

“Kirab ini merupakan bukti dukungan seluruh masyarakat Sumedang untuk menjaga seni budaya leluhur. Buktinya, semua ikut terlibat, baik itu Bupati, Muspida, maupun masyarakat. Sebagai even tahunan, jelas kegiatan ini sudah diprotapkan. Bahkan kini siap dituangkan pada Peraturan Bupati yg kemudian akan menjadi Peraturan Daerah. Sekaligus sebagai sebuah atraksi budaya untuk mengangkat pariwisata Kabupaten Sumedang,” terang Endah.

Acara semakin meriah ketika rombongan kirab panji bertemu dengan rombongan besar Helaran Keraton Sumedang Larang. Rombongan disambut meriah ribuan warga dan wisatawan yang memenuhi area Komplek Gedung Negara Pemkab Sumedang.

Wisatawan kian semarak ketika mengetahui dua artis senior Indonesia hadir meramaikan kirab tersebut. Ikon Ibu Suri Ratu dalam kirab ini diperankan oleh penyanyi senior Indonesia, Ully Sigar Rusady. Sedangkan adiknya aktor dan penyanyi Paramitha Rusady, diplot sebagai sang putri cantik.

“Bunda diminta berperan sebagai Inten Jayadewata atau ibu suri. Dan Mitha didaulat sebagai putri. Tanpa pikir panjang kami langsung setuju. Demi Sumedang kami selalu siap,” ujar Ully Sigar Rusady.

“Bagi Teh Mitha, Sumedang itu geulis pisan (sangat elok dan indah). Apalagi masyarakatnya ramah dan berjuta potensi bisa di kembangkan di Sumedang ini,” timpal Paramitha Rusady.

Ramainya warga dan wisatawan yang antusias menyaksikan prosesi tersebut, membawa berkah bagi para penjaja kuliner yang berjejer rapi di sepanjang jalan. Begitu juga para pedagang kaki lima yang menjajakan mainan anak-anak. Lapak-lapak mereka tampak penuh disambangi pembeli sambil menunggu rombongan kirab tiba.

Hal ini membuat Deputi Pemasaran Nusantara I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana sumringah. Baginya berkah para pedagang tersebut merupakan cerminan dari suksesnya acara. Ia mengatakan pariwisata harus berjalan selaras serta mensejahterakan masyarakat.

“Ini merupakan fungsi dari pariwisata. Bayangkan jika hanya 500 wisatawan yang berbelanja dan satu orang membelanjakan Rp 100 ribu, sudah ada Rp 50 juta uang berputar di acara tersebut,” ucap Pitana, yang diamini oleh Kepala Bidang Pemasaran Area I Area Jawa, Wawan Gunawan.

Wawan Gunawan menambahkan, atraksi-atraksi budaya seperti ini harus rutin digelar di Sumedang. Sehingga potensi Sumedang akan makin terekspose oleh media. Pertumbuhan pariwisata Sumedang pun bisa makin cepat berkembang.

“Kalau berbicara potensi, Sumedang tidak ada habisnya. Tinggal sekarang konsistensi dari seluruh stakeholder pariwisatanya untuk terus berkomitmen membangun pariwisata Sumedang. Contohnya dengan prosesi Kirab Panji Helaran Keraton Sumedang Larang ini,” ucap Wawan.

Acungan dua jempol diberikan Menpar Arief Yahya. Dia yakin bahwa potensi pergerakan orang dalam jumlah masif, akan menggerakkan ekonomi. Baginya, pergerakan orang sama dengan pergerakan bisnis. Setiap pergerakan orang akan menciptakan pergerakan ekonomi, pergerakan barang dan jasa. Karena itu industri pariwisata pasti akan ikut bergerak.

“Direct impact dan indirect impact-nya besar. Sumedang ramai semua ikut kebagian rezeki. Belum lagi coverage media. Potensi Sumedang akan semakin terangkat lagi. Sukses untuk pariwisata Sumedang. Salam Pesona Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

(prihandoko/sir)