Monday, 12 November 2018

KOPASSUS BERANI, BENAR, BERHASIL

Senin, 16 April 2018 — 6:16 WIB

Oleh H. Harmoko

TANGGAL 16 April ini Kopassus berulang tahun yang ke-66. Komando Pasukan Khusus milik TNI AD ini pernah mengukir sejumlah prestasi gemilang dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Kopassus berhasil dalam operasi penumpasan pemberontakan DI/TII, operasi militer PPRI/Permesta, operasi Trikora, operasi Dwikora, penumpasan G-30-S/PKI, operasi Pepera di Irian Barat, operasi Seroja di Timtim, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang (Thailand), Operasi GPK Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma (Papua), operasi pembebasan sandera perompak Somalia, dan berbagai operasi militer lainnya.

Berdiri tahun 1952 dengan nama Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT), Kopassus dikenal sebagai tempat persemaian perwira-perwira muda potensial. Nama-nama seperti Benny Moerdani, Sintong Panjaitan, Yunus Yosfiah, Agum Gumelar, Hendropriyono, Sutiyoso, Prabowo Subianto merupakan perwira yang pernah berprestasi ketika berada di Kopassus.

Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan antiteror. Baret merah, itulah ciri khas pada prajurit Kopassus yang memiliki moto Berani, Benar, Berhasil. Rakyat Indonesia patut bangga memiliki salah satu pasukan elite militer yang cukup terpandang di dunia ini.

Sebagaimana TNI secara keseluruhan, Kopassus lahir dari rakyat dan bagian dari rakyat. Kopassus adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Kopassus mencatatkan pengabdian dirinya dalam menjaga keutuhan NKRI sejak berdirinya.

Sebagai pasukan elite, Kopassus telah pula mendapat pengakuan dari dunia. Tahun 2008, misalnya, Kopassus dinobatkan oleh Discovery Channel Military sebagai pasukan elite terbaik ketiga di dunia setelah Special Air Service (SAS) Inggris dan Mossad Israel.

Kopassus pernah pula dinobatkan menjadi pasukan terbaik kedua di dunia dalam hal keberhasilan operasi intelijen dalam pertemuan Elite Forces in Tactical, Deployment, and Assault di Wina, Austria. Kopassus hanya kalah dari Delta Force AS.

Keahlian prajurit Kopassus di atas rata-rata pasukan elite negara lain. Mereka tidak terlalu bergantung dan mengandalkan teknologi canggih. Setiap personelnya dituntut memiliki kemampuan bela diri yang cakap, bertahan hidup, melakukan kamuflase, berstrategi, bergerilya, membuat perangkap, dan lain-lain. Hal ini berbeda dengan pasukan negara maju seperti Amerika Serikat yang terlalu mengandalkan kecanggihan teknologi.

Itulah sebabnya, Kopassus disegani militer negara lain. Sejumlah negara bahkan meminta Kopassus melatih pasukan militernya. Negara-negara Afrika Utara, misalnya, 80 persen pelatih militernya dari Kopassus. Kamboja juga telah lama menggunakan pelatih militer dari Kopassus.

Hal itu menunjukkan Kopassus tak saja sebagai pasukan elite Indonesia, tapi juga dunia. Tugas kita semualah sebagai rakyat Indonesia untuk terus mendukung dan menjaga Kopassus sebagai pasukan elite yang memiliki tugas menjaga kesatuan NKRI.

Selamat berulang tahun Kopassus. ( * )