Wednesday, 19 September 2018

Prabowo Bertelanjang Dada Itu Bukti Masih Rosa-rosa…

Senin, 16 April 2018 — 6:52 WIB
prabowo

DI Kota Jakarta yang berhawa panas, banyak lelaki di rumah suka bertelanjang dada. Gerah katanya. Tapi ketika yang ngliga (telanjang dada) adalah Prabowo Subianto yang mau nyapres lagi di 2019, jadi bikin geger. Agaknya dia mau tunjukkan, meski usia sudah 67 tahun, tapi masih rosa-rosa…. macam Mbah Marijan.

Sepanjang sejarah republik, ketum parpol berani telanjang dada di depan publik mungkin baru Prabowo Subianto, Ketum Gerindra. Mungkin yang lain merasa di samping melanggar etika, malu jika postur tubuhnya tidak atletis, apa lagi panuan. Bahkan di banyak kejadian, ada orang yang selalu berbaju lengan panjang, ternyata demi menutupi kedua lengannya yang banyak tato.

Dengan bertelanjang dada, memamerkan urat-uratnya yang masing kenceng, Prabowo seakan mau menunjukkan, dirinya yang sudah berusia 67 tahun tapi tubuh masih fit, masih rosa-rosa ….. macam Mbah Marijan dari Gunung Merapi. “Maka jangan ragu-ragu, pilihlah saya di Pilpres 2019,” begitu kira-kira kata batin mantan Danjen Kopassus itu.

Prabowo berani bertelanjang dada beberapa hari lalu di Hambalang, seusai “kebulatan tekad” segenap kader Gerindra untuk mengusung Prabowo sebagai Capres 2019. Prabowo dipanggul massa pendukungnya, diiringi alunan musik lagu “Sajojo”. Namanya tokoh junjungan dan panutan, apa pun dilakukan Prabowo pastilah selalu bagus di mata kadernya.

Sanggup sih sanggup, cuma peta politik belum menguntungkan. Sebab tiket ke Pilpres 2019 itu belum dikantongi. Dia berharap PKS benar-benar mendukungnya. Tapi yang terjadi, PKS masih setengah hati, karena mensyaratkan satu dari sembilan kadernya harus dijadikan Cawapres. Jika tidak, ya terpaksa alwadak (selamat tinggal) lah…

Bagi Gerindra dan kacamata publik, 9 Cawapres yang disodorkan PKS itu sama sekali tak ada yang menjual. Karenanya Gerindra ragu untuk menggandengnya. Lalu bagaimana? Apa “menyerah” mengikuti saran Luhut Panjaitan untuk jadi Cawapresnya Jokowi? Isu di luar seperti itu; Luhut membujuk Prabowo agar mau jadi Cawapres Jokowi.

Prabowo sendiri tak yakin dengan komposisi Jokowi-Prabowo, memenangkan pertandingan. Bisa saja Capres lain menumbangkannya. Sebab yang anti Prabowo dan Jokowi justru akan beralih ke Capres alternatif. Ibarat makanan, gule kambing dicampur sama tembakau. Sama-sama enak bagi yang suka, tapi jika dikolaborasi, justru jadi pahit dan bikin gaber-gaberrrr… -gunarso ts