Monday, 23 July 2018

Kesiapan Sistem Ganjil Genap

Selasa, 17 April 2018 — 5:14 WIB

PENERAPAN sistem ganjil genap bagi mobil yang melintas di ruas Tol Jagorawi dan Tol Jakarta-Tangerang, sudah dilakukan meski baru tahap uji coba. Hari pertama, Senin (16/4/2018) banyak persoalan muncul. Banyak pengendara yang masih bingung lantaran belum mengetahui aturan baru itu, ada pula mobil yang nekat menerobos.

Baik di Tol Jagorawi maupun Jakarta-Tangerang, pengendara banyak yang terjebak macet. Di Tol Cibubur 2 misalnya, ada kendaraan yang nekat menerobos melaju di jalan bebas hambatan tersebut. Sedangkan di Tangerang arah Jakarta, pengendara banyak yang putar arah lantaran belum mengetahui ada aturan baru.

Persoalan lainnya, pengendara juga masih bingung mencari jalur alternatif karena aturan ganjil genap tak disertai arahan jalur mana yang bisa digunakan. Alhasil, kemacetan yang biasa terjadi di tol saat jam sibuk, berpindah ke jalan reguler.

Masalah lainnya, pengendara mobil pribadi juga masih bingung soal angkutan umum bus premium yang katanya sudah tersedia.

Hal ini berbeda dengan kebijakan ganjil genap mulai dari Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Kesiapan aparat terkait dilakukan sejak jauh hari, termasuk sosialisasi serta penyediaan bus premium. Sehingga pengguna mobil pribadi bisa mengatur waktu keberangkatan, atau memilih menggunakan bus premium.

Masih kacaunya penerapan ganjil genap Tol Jagorawi dan Tol Jakarta Merak atau sebaliknya, perlu dievaluasi. Ada tiga masalah yang harus menjadi perhatian stake holder, dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Pertama, sosialisasi harus terus dilakukan karena banyak masyarakat masih belum mengetahui kebijakan baru ini sebelum baku diterapkan.

Kedua, perlu ada penambahan petugas untuk ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan. Kehadiran petugas bukan hanya dibutuhkan di area GT, melainkan di sejumlah titik menuju arah tol guna mengarahkan pengendara melalui jalur alternatif. Ketiga, ketersedian bus premium terutama dari arah Tangerang menuju Jakarta atau sebaliknya, masih jadi pertanyaan warga baik dari segi jumlah, titik pemberangkatan serta rute.

Sejatinya sistem ganjil genap bertujuan mengurai kepadatan dan mengurangi titik jenuh di jalan tol. Kebijakan ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan 30 hingga 40 persen. Warga digiring meninggalkan mobil pribadi dan beralih ke angkutan umum. Akan tetapi bila kebijakan ini tidak disertai dengan kesiapan di semua sektor, akan menjadi sia-sia.**