Monday, 24 September 2018

KPU Kota Bekasi: Lokasi TPS Harus Ramah Bagi Penyandang Disabilitas

Selasa, 17 April 2018 — 22:35 WIB
Komisioner KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni saat acara sosialisasi ke para pemilih berkebutuhan khusus. (cw1)

Komisioner KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni saat acara sosialisasi ke para pemilih berkebutuhan khusus. (cw1)

BEKASI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi menginstruksikan kepada seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Bekasi untuk memilih lokasi yang akan dijadikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) agar ramah untuk penyandang disabilitas.

Hal tersebut diutarakan oleh Komisioner KPU Kota Bekasi Divisi SDM, Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, Nurul Sumarheni setelah melaksanakan sosialisasi dan tatap muka kepada pemilih berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas di RM Margajaya, Bekasi, pada Selasa (17/4/2018).

“Biasanya di TPS itu kurang bagus aksesnya. Terutama penyandang tuna daksa yang menggunakan kursi roda. Biasanya kalau TPS yang di lapangan itu kan tanahnya tidak rata, maka dari itu KPU mengarahkan kepada semua KPPS untuk membuat TPS yang aksesnya mudah, salah satunya di permukaan yang rata yang bisa dilalui kursi roda,” ujar Nurul Sumarheni.

Nurul menambahkan bahwa instruksi tersebut berlaku untuk semua TPS yang ada di Kota Bekasi tanpa terkecuali. “Karena kan walaupun di TPS tersebut ga ada penyandang disabilitas tidak tertutup kemungkinan ada pemilih pindahan yang disabilitas nanti jadi tidak terlayani dengan baik,” tambahnya.

Komisioner KPU Kota Bekasi tersebut mengaku bahwa pihaknya memiliki data lengkap para pemilih berkebutuhan khusus tersebut. Tapi untuk jumlah pastinya, ia tidak tau karena tidak membawa datanya.

“Ada datanya. Karena pas ketika coklit (pencocokan dan penelitian) pun langsung kami data lengkap dengan jenis disabilitasnya. Sebenarnya bisa kami petakan di TPS mana yang perlu perhatian khusus karena banyak penyandang disabilitasnya,” terangnya.

Selain itu, Nurul menjelaskan bahwa penyandang disabilitas hampir tidak ada masalah mengenai ukuran surat suara karena perbedaan jumlah calon yang ada di Pilkada Serentak 2018 nanti. Karena warga Kota Bekasi pada 27 Juni 2018 nanti akan melakukan pemilihan Walikota-Wakil Walikota Bekasi dan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023.

sosialisasi kpu bekasi

“Sebenernya engga ada sih. Selain yang tuna netra engga ya. Kalau disabilitas masih bisa melihat ga masalah. Agak tertolongnya karena jumlah calonnya beda ya. Pilgub (Jawa barat) empat calon templatenya (surat suara) lebih besar ya dan kalau pilwalkot (Kota Bekasi) cuma ada dua calon,” jelasnya.

Ia juga menuturkan bahwa nantinya di kertas suara akan ada semacam lubang untuk panduan kepada para penyandang disabilitas untuk memilih pasangan calon pilihannya.

“Template kertas nanti ada semacam lubang aja untuk panduan mereka mencoblos pasangan calon nomor berapa, selain itu ada juga huruf brailenya yang menjelaskan bahwa ini pemilu apa, pilgub atau pilwalkot gitu, calonnya siapa aja. Sebenernya dari ukuran kertas sudah menggambarkan tapi kami tetap sediakan seperti yang sudah dijelaskan tadi,” ucapnya.

Nurul juga menyampaikan selain acara sosialisasi kepada pemilih berkebutuhan khusus, pihak KPU juga melaksanakan praktek untuk memeriksa nama pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) secara online, dan ia juga mengenalkan aplikasi yang dibuat oleh KPU Provinsi Jawa Barat, SIJALIH yang bisa digunakan untuk mengecek status DPT dan tahapan pemilu.

“Kami ada aplikasi SIJALIH yang bisa didownload di play store / app store khusus untuk Pilkada Jawa Barat. Jadi nanti masukin NIK terus nanti keluar nama kita udah terdaftar atau belum, nanti keluar nama kita lengkap dengan alamat TPSnya.

Selain itu juga ada tahapan pemilu dari awal sampai akhir. Jadi informasi seputar Pemilihan Gubernur Jawa Barat ada di sini. Karena DPT Pilwalkot dan Pilgub kan sama makanya bisa cek di sini. Kalau untuk nasional bisa cek di website KPU RI, tapi ga keluar alamat TPSnya.” tutupnya.(cw1/win)