Saturday, 20 October 2018

Lahan Pemakaman Umum Sudah Sesak di Kota Sukabumi

Selasa, 17 April 2018 — 7:25 WIB
Satu TPU di Kota Sukabumi, Jawa Barat. (sule).

Satu TPU di Kota Sukabumi, Jawa Barat. (sule).

SUKABUMI – Luasan lahan pemakaman yang tersebar di sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) Kota Sukabumi, Jawa Barat kini kondisinya sudah sesak. Dari seluas 49 hektare lahan pemakaman, 90 persen sudah terisi. Maka itu, diperlukan perluasan lahan.

Dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), 49 lahan hektare pemkaman itu tersebar di beberapa TPU yakni Taman Bahagia, Taman Rahmat Citamiang, Kerkop GedongPanjang, Cikundul, Khusnul Khotimah Ciandam, Astana Baros, Tegalpari. dan 2 TPU di Kelurahan Subangjaya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemakaman DLH, Ujang Rustiandi menyebutkan luasan lahan pemakaman saat ini memang kritis karena nyaris tidak ada yang kosong, sudah 90 persennya sudah terisi.

Mengantisipasi hal itu, sambung Rustiandi, Pemkot bakal membeli lahan di wilayah Kabupaten Sukabumi. Kendati demikian, upaya itu dinilainya tidak akan optimal. Lahan pemakaman tersebut nantinya tidak hanya akan dimanfaatkan oleh warga Kota Sukabumi, akan tetapi akan dimanfaatkan oleh warga luar.

“Luasan lahan saat ini memang minim. Hampir di semua TPU sudah terisi,” ungkap Rustiandi.

Selain krisis lahan pemakaman, Rustiandi juga mengungkapkan saat ini terkendala pembayaran pajak makam dari keluarga pemiliknya. Hampir setengah dari total keseluruhan pemilik keluarga makam belum membayar pajak. Padahal, sesuai Perda Tentang Pemakaman, setiap keluarga pemilik makam diwajibkan membayar pajak makam sebesar Rp 100 ribu setiap tiga tahun sekali.

“Untuk jumlah makam keseluruhan, saat ini sedang dilakukan pendataan kembali secara online, karena pendataan sebelumnya dilakukan secara manual. Namun untuk sekarang bagi keluarga pemilik makam yang belum membayar pajak masih diberi kebijaksanaan. Tidak seperti di daerah lain, apabila sudah tidak membayar pajak makamnya langsung dibongkar,” tandasnya.

(sule/sir)