Sunday, 22 July 2018

Mendag : Indonesia Harus Bijak Sasar Ekspor ke Kawasan Afrika

Selasa, 17 April 2018 — 11:23 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto (ist)

Menteri Perdagangan Enggartiasto (ist)

JAKARTA – Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, meyakini kawasan Afrika menjadi pasar potensial ekspor Indonesia kendati terkendala sejumlah hambatan berupa belum adanya perjanjian dagang bilateral, kesepakatan regional kawasan Afrika, dan konflik domestik.

“Indonesia terus berupaya meningkatkan perdagangan dengan negara-negara kawasan Afrika melalui pertemuan bilateral, yang ditargetkan naik 11% pada 2018 dibanding tahun sebelumnya yang 8,84 milyar dolar AS atau meningkat sebesar 15,25% dari 2016,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/4), menanggapi optimisme penyelenggaraan Forum Indonesia-Afrika pekan lalu di Bali.

Sementara itu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengingatkan surplus perdagangan Indonesia yang terlalu tinggi membuat negara tersebut menjadi enggan mengimpor dari Indonesia.

“Alasan mereka (negara kawasan Afrika) perdagangan sudah defisit besar saat ditawari lagi promosi. Kalau dipaksakan tanpa win-win solusi dan bijak, dikhawatirkan mereka menerapkan proteksi berlebihan,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta.

Data kementerian perdagangan menyebut surplus perdagangan internasional Indonesia dengan Republik Afrika Selatan 407 juta dolar AS , Mesir 638 juta dolar AS , Mozambik 22juta dolar AS,  Pakistan 1.97 miliar dolar AS dan India 6.65 miliar dolar AS.

Adapun per November 2017, neraca perdagangan Indonesia surplus 12,02 miliar dolar AS, atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya senilai 9,35 miliar dolar AS. Kondisi Trade Surplus ini pula yang menyebabkan Amerika Serikat memasukkan Indonesia di antara 17 negara dalam Watch List. (rinaldi/tri)