Thursday, 26 April 2018

MRT Dukuh Atas – Kampung Bandan Segera Dibangun dengan Delapan Stasiun

Selasa, 17 April 2018 — 19:21 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar melihat kepala kereta MRT di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Toga)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar melihat kepala kereta MRT di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Toga)

JAKARTA  –  Proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT)  tahap 2, jurusan Stasiun Dukuh Atas –  Depo Kampung Bandan, dipastikan akan dikerjakan mulai tahun ini.  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memberikan izin pembangunan kereta bawah tanah tersebut.

Dalam jalur ini nantinya akan  terdiri dari delapan stasiun. “Adapun delapan stasiun yang sudah ditentukan, yaitu Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota Tua, serta Depo Kampung Bandan,” kata Dirut PT MRT Jakarta, William Sabandar,  Selasa (17/4).

Posisi Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar yang pada rencana awal berada di bawah sungai digeser menjadi ke bawah Jalan Gajah Mada.

MRT fase kedua akan mulai dibangun setelah pekerjaan fase pertama Dukuh Atas – Lebak Bulus selesai dan beroperasi.  Saat ini MRT sedang memperkirakan harga atau biaya untuk membangun MRT Dukuh Atas-Kampung Bandan, sepanjang 8,3 km.

“Setelah mendapatkan perhitungannya, pada Agustus mendatang kami langsung menggelar tender. Setelah tender diharapkan paling lambat November sudah bisa dilakukan penandatanganan kontrak untuk pembangunan MRT dan setelah itu langsung dilakukan ground breaking dan ditargetkan pada tahun 2020 sudah bisa beroperasi,” tambahnya.

Adapun jalur bawah tanah yang dipersiapkan nantinya mulai dari Jl Sudirman, MH Thamrin, Merdeka Barat, Majapahit, Gajahmada, Pintu Besar,  Kunir, sampai Kampung Bandan.

Kepala Humas MRT Jakarta,  Akbar menambahkan hingga saat ini pihaknya belum memiliki maket untuk proyek tahap kedua. “Kami belum punya maket yang dimaksud, baru sebatas konsep gambar dan belum detil karena masih butuh proses engineering study untuk melengkapi terwujudnya transit oriented development (TOD) di kawasan tersebut,” ujar Akbar.

1.800 Penumpang/Rit

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan operasional MRT nantinya akan terdiri dari tiap set rangkaian, masing-masing sebanyak enam gerbong.

“Tiap gerbong bisa mengangkut sekitar 300 penumpang duduk maupun berdiri. Jadi, satu set rangkaian enam gerbong berdaya angkut 1.800 penumpang untuk satu rit. Nantinya MRT akan dioperasikan tiap hari dari pukul 05.00 sampai 24.00.  Diperkirakan tiap hari akan mengangkut sekitar 180 ribu penumpang,” papar Anies. (joko/win)