Sunday, 22 July 2018

PLN Harus Tanggung Jawab Pasca Tergulingnya Truk di Permata Hijau

Selasa, 17 April 2018 — 13:38 WIB
Dump  truk terguling di Permata Hijau.(adji)

Dump truk terguling di Permata Hijau.(adji)

JAKARTA –  PT PLN diminta bertanggung jawab dan menindak tegas vendor pengerjaan galian kabel di Jalan Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, usai insiden tergulingnya truk karena terperosok bekas galian kabel .

Hal itu ditegaskan anggota DPRD DKI Jakarta Steven Setiabudi Musa menanggapi insiden kecelakaan tersebut. Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai vendor pelaksana pengerjaan proyek telah terbukti lalai sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Ia meminta PLN mengevaluasi pengerjaan proyek yang dilakukan oleh vendor PT Cakra Perkasa terlebih beberapa proyek galian kabel disejumlah titik di Jakarta diketahui dikerjakan oleh perusahan itu.

“Ini sangat berbahaya bagi pengendara dan pengguna jalan. Kalau dibiarkan, ke depannya bisa saja kembali menelan korban. PLN harus tindak tegas, kalau perlu cabut kontrak kerja sama dengan vendor tersebut,” kata Steven, Selasa (17/4/2018).

Steven mengatakan, sesuai yang tertera pada ketentuan Izin Pelaksana Penempatan Jaringan Utilitas pada poin pertama disebutkan bahwa pihak PLN UIP V dan pelaksana pekerjaan harus menyiapkan papan nama kegiatan dan perlengkapan pengamanan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Antara lain rambu rambu lalu lintas yang sesuai standar perhubungan, lampu kedip, pagar pengaman yang dilapisi atau ditutup dengan banner dan plat baja untuk penutup galian sementara,” katanya.

Sementara itu, Suherman, Deputi Manajer Hukum dan Komunikasi PT PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB), mengatakan, galian Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 Kv tersebut merupakan proyek yang dilakukan PLN UIP JBB untuk menghubungan Gardu Induk Pasangan Dalam atau Gas Insulated Substation (GIS) Senayan-New Senayan.

“Pengerjaan dilakukan oleh PLN UIP JBB dan bekerja sama dengan pihak vendor. (galian) telah ditutup pada pekan pertama Maret 2018,” kata Suherman melalui pesan tertulisnya, Minggu (15/4/2018).

Suherman mengatakan, proyek galian SKTT itu tidak dilakukan di badan jalan di mana kendaraan melintas.

“Pada saat kejadian, truk melintas keluar dari jalur kendaraan dan melintasi proyek bekas galian yang sudah ditutup. Kondisi tanah saat ditinjau pagi harinya usai kejadian adalah kering dan keras, tidak berlumpur maupun licin. Pada hari Kamis (12/4/2018), PLN telah memperbaiki kembali galian,” kata Suherman. (Adji/tri)