Friday, 14 December 2018

Ratusan Petugas Mendapat Pelatihan Pencacah Lapangan

Selasa, 17 April 2018 — 8:13 WIB
Walikota Jaksel foto bersama dengan petugas Pencacah usai memberikan pelatihan. (wandi)

Walikota Jaksel foto bersama dengan petugas Pencacah usai memberikan pelatihan. (wandi)

JAKARTA – Pemkot Jakarta Selatan akan melakukan verifikasi Basis Data Terpadu (BDT) d kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Selatan, untuk  memperbaiki kualitas penetapan sasaran program-program perlindungan sosial.

Walikota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi  mengatakan, BDT ini sangat membantu perencanaan program, memperbaiki penggunaan anggaran dan sumber daya program perlindungan sosial.

Untuk itu,  pihaknya akan segera melakukan verifikasi BTS keseluruh kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Selatan. Bahkan saat ini pihaknya melakukan pelatihan Petugas Pencacah Lapangan (PCL) dan Petugas Pemeriksa Lapangan (PPL) Mekanisme Pemutahiran Mandiri untuk 10 Kecamatan se-Jakarta Selatan.

“PCL ini dilakukan tujuannya untuk pemutahiran data yang sudah didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait dengan warga miskin yang ada di Jakarta Selatan. Ini kami lakukan agar data tersebut benar-benar valid,” terang Tri Kurniadi, saat memberikan pelatikan petugas PCL dan PPL di Kecamatan Kebayoran Lama, Senin (16/4).

Menurutnya, saat ini masih banyak warga miskin di Jakarta Selatan yang belum terdata dengan baik. Maka dari itu, pihaknya akan mengerahkan petugas pencacahan lapangan guna mendata ulang mereka.

Selain untuk pemutakhiran data, pelatihan petugas PCL ini juga bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya salah sasaran, dalam pemberian bantuan kepada warga miskin di Jakarta Selatan.

“Saya berharap dengan pelatihan petugas PCL ini, nantinya akan menghasilkan basis data yang kuat, sehingga orang-orang yang mendapatkan bantuan seperti Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak salah sasaran,” terangnya.

Sementara itu, Camat Kebayoran Lama, Sayid Ali, mengatakan di wilayahnya sesuai data di BPS pada tahun 2017 penerima BPNT di Kecamatan Kebayoran Lama ada sebanyak 28.308 individu dan 7.370  rumah tangga. Namun pada tahun ini bisa jadi berubah yakni berkurang atau menambah, makanya perlu ada pendataan ulang.

“Kita mendapat data dari Kementerian Sosial melalui BPS Pusat. Artinya, kita perbaiki data ini, yang belum betul ya kita betulkan dan yang sudah betul yang kita pertahankan. Misalkan orang miskin sudah jadi kaya berarti kan sudah tidak masuk Basis Data Terpadu (BDT) lagi,” kata Sayid Ali.

Sedangkan Kepala Suku Dinas Sosial, Jakarta Selatan, Mursidin menambahkan, pelatihan ini digelar untuk memperbaiki data warga miskin yang masih belum akurat. Makanya dalam melakukan verifikasi data baru tersebut, pihaknya mengerahkan sebanyak 325 petugas PCL se-Jakarta Selatan.

“Dari jumlah ratusan petugas ini kami bagi ke dalam masing-masing kecamatan, dengan rincian satu kelurahan lima orang. Kami berharap dengan adanya pendataan ulang ini nanti akan tepat sasaran,” ungkap Murdisin. (wandi/tri)