Friday, 21 September 2018

Serapan Anggaran Satpol PP Jaksel Rendah Disorot Anggota Dewan

Selasa, 17 April 2018 — 20:35 WIB
Anggota dewan saat mengadakan pertemuan dengan SKPD/UKPD di Jakarta Selatan. (wandi)

Anggota dewan saat mengadakan pertemuan dengan SKPD/UKPD di Jakarta Selatan. (wandi)

JAKARTA – Rendahnya penyerapan anggaran pada semester pertama di sejumlah SKPD/UKPD di Pemkot Jakarta Selatan, terutama Satpol PP yang hingga kini baru menyerap 5 persen anggaran dari total anggaran Rp 20 miliar pada tahun 2018, mendapat sorotan dari Komisi A DPRD DKI Jakarta.

“Kasatpol PP ini sudah bulan 4, masa penyerapan anggarannya masih 5 persen. Saya mempertanyakan dimana kendala Satpol PP sehingga lemot dalam menyerap anggaran pada semester pertama,” kata Sekretaris Komisi A DPRD DKI, Syarif di gedung kantor Walikota Jaksel, Selasa (17/4).

Menurutnya, ada tiga faktor yang menyebabkan lambatnya SKPD menyerap anggaran . Pertama, faktor perencanaan. Kedua, faktor hubungan antara SKPD dan unit lainnya. Dan ketiga faktor kinerja dari pejabat yang bersangkutan. “Ini ada apa, dikasih anggaran sebesar Rp 20 miliar kok tidak bisa menggunakan,” tanyanya.

Maka dari itu Syarif meminta kepada Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi untuk mengevaluasi kinerja Kasatpol PP Jaksel Ujang Hermawan. “Walikota saya minta tolong ini dievaluasi. Sudah diberikan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) maksimal, tapi jalannya masih melandai,” pinta politisi Partai Gerindra ini.

Menanggapi hal itu, Kasatpol PP Jaksel Ujang Hermawan langsung menimpali pernyataan Syarif. Dia berdalih serapan anggaran serendah itu karena alokasi anggaran Satpol PP kebanyakan untuk makanan dan minum TNI-Polri saat penertiban. Selain itu, kata dia, sebagian anggaran untuk pemeliharaan kendaraaan dan hinga kini belum terpakai.

“Selain itu anggaran lainnya untuk perhelatan Asean Games nanti. Apalagi tahun ini anggaran penertiban yang tadinya di kelurahan dan kecamatan saat ini ada di Satpol PP. Mungkin karena ini baru awal, tapi kami yakin akan terus berjalan,” kata dia.

Mendapat jawaban ini Syarif mempertanyakan kinerja Satpol PP selama bulan Januari dan Februari.  “ Selama ini ngapai aja. Kalau Juli-Agustus itu ada Asean Games, itu bukan kerjaan Satpol PP saja, tapi semua pihak terlibat” kata Syarif. (wandi/win)