Tuesday, 22 May 2018

Sudah Ratusan Ribu Botol Miras Disita, Pedagang Kok Tidak Kapok

Selasa, 17 April 2018 — 0:37 WIB
Razia miras yang dilakukan petugas Polsek Ciracas.

Razia miras yang dilakukan petugas Polsek Ciracas.

JAKARTA – Polres Jakarta Timur bersama jajaran polsek terus merazia peredaran minuman keras (miras) yang ada di wilayahnya. Seperti Senin (16/4/2018 Polsek Cakung dan polsek Ciracas, mengangkut ratusan botol miras berbagai merek dari warung yang menjualnya tanpa izin.

Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar mengatakan, razia miras yang dilakukan sebagai tindaklanjut dari instruksi Kapolda Metro Jaya untuk memberantas peredaranmya. “Untuk di wilayah kami sendiri, sedikitnya kami menyita 104 botol miras dari berbagai jenis,” katanya, Senin (16/4).

Dipaparkan Agus, miras itu disita dari pedagang di Jalan Raya Centex , 18 botol, dari Jalan Cibubur mengamankan 70 botol. Selanjutnya dari warung di daerah Kelapa Dua Wetan, sembilan botol dan warung jamu di Jalan Taruna Jaya, tujuh botol. “Semua pemilik warung kami gelandang ke polsek untuk dimintai keterangan dan diberikan pembinaan,” ujar Agus.

Hasil yang lumayan banyak juga didapatkan Polsek Cakung. Sekitar 389 botol miras didapatkan dari hasil razia yang digelar sejak Sabtu (14/4) kemarin. “Semua minuman keras yang kami dapatkan dari hasil razia itu langsung kami sita,” kata Kapolsek Cakung Kompol Supoyo.

Menurutnya, pihaknya menyita berbagai jenis miras “Barang bukti itu kami dapat dari warung dan rumah pemilik atas nama Soliner, 54, di kawasan Jalan Rawa Kuning Pulogebang,” ungkapnya.

Sementara Senin (16/4) ini, kata Supoyo, pihaknya mengamankan 80 botol miras dari warung milik Kasa, 64 di Jalan Raya Pulogebang . “Pemiliknya kami amankan dan masih dimintai keterangan,” pungkasnya.

Warga mendukung razia miras karea sudah sangat membahayakan. Selain menyebabkan banyak korban jiwa juga sering pelaku kejahatan terlebih dahulu menenggka miras sebelum beraksi.

” Kita jadi bertanya-tanya  kenapa pedangang tidak kapok? Ini mungkin karena pedagang tidak pernah kena sanksi berat kecuali hanya dibina,”kata Ridwan warga Cakung. (Ifand/b)