Thursday, 20 September 2018

Mantan Napi Korupsi Dilarang Caleg, Pemuda Muhammadiyah Dukung PKPU

Rabu, 18 April 2018 — 11:52 WIB
Dahnil Anzar Simanjuntak

Dahnil Anzar Simanjuntak

JAKARTA – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mendukung penuh Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang melarang partai politik menjadikan mantan narapidana korupsi sebagai calon anggota legislatif (Caleg).

“Saya menilai PKPU tersebut adalah langkah berani dan maju dari KPU RI,” terang Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Menurut Dahnil, langkah itu untuk melindungi rakyat dari bahaya laten korupsi yang sejak lama mengancam kepentingan publik.

Sebab, lanjut dia, korupsi selama ini menjadi masalah pelik bagi demokrasi Indonesia, karenanya upaya membangun “tembok” besar dalam menghalangi mantan narapidana korupsi untuk menjadi Caleg merupakan langkah positif.

Dahnil menambahkan terpilihnya para anggota legislatif (DPR) yang rekam jejaknya yang tidak pernah terkait dengan praktik kejahatan Korupsi, maka akan memperbaiki kualitas demokrasi kita.

Dahnil juga menilai PKPU tersebut juga memberikan perlindungan terhadap hak-hak publik, dari potensi massifnya praktik korupsi yang menjadi kanker paling mematikan bagi demokrasi, dan kehidupan politik di Indonesia.

(johara/sir)