Sunday, 21 July 2019

Pasang Foto Pria Tampan, WN Nigeria Ini Tipu Wanita Indonesia Rp 78,9 Juta

Rabu, 18 April 2018 — 19:44 WIB
Suami istri penipu

Suami istri penipu

JAKARTA – Pasang foto pria tampan di media sosial (medsos) Facebook, Warga Negara Nigeria perdayai wanita Indonesia hingga meraup uang lebih dari Rp 78,9 juta bukan miliar seperti diberitakan sebelumnya. Agar korban terpikat, tersangka juga mengaku anggota Tentara Amerika.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka ASE alias Donal Key berkomplot dengan kekasihnya, SD, Warga Negara Indonesia (WNI). Korban adalah Dian Ekawati seorang karyawati perusahaan properti.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menjelaskan perkenalan antara korban dan pelaku dimulai pada November 2017 dimana korban mendapatkan permintaan pertemanan melalui akun Facebook dari seorang pria yang mengaku sebagai Donal Key.

(Baca: Mengaku Tentara AS, Bersama Istri Tipu Pengusaha Rp 78,9 Miliar)

Seperti diberitakan, setelah pertemanan diterima kemudian Donal mulai melakukan percakapan pribadi melalui chat messenger Facebook dan direspon oleh korban. Untuk meyakinkan korban, pelaku mengaku sebagai anggota Tentara Amerika yang telah mendekati masa pensiun.

Dengan berjalannya waktu, komunikasi intens keduanya berlanjut hingga chat melalui aplikasi medsos WhatsApp. Setelah korban merasa nyaman dan percaya, pelaku langsung mulai melakukan penipuan dengan berdalih akan membeli beberapa properti di Indonesia dan meminta bantuan korban untuk mengurusnya.

“Pelaku meminta alamat korban dengan alasan akan mengirimkan paket berisi dokumen dan uang $ 500.000 USD. Alasan pelaku karena tidak punya kenalan di Indonesia,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/4/2018).

Agar korban percaya, Donal mengirimkan foto paket dari Go Express yang akan diterima korban pada 9 Desember 2017. Selanjutnya, pada 11 Desember 2017 giliran tersangka SD berperan sebagai petugas Bandara Soekarno-Hatta menghubungi korban menyampaikan paket telah sampai di Indonesia.

Dihari yang sama korban kembali ditelfon oleh SD yang mengaku sebagai petugas cargo Bandara Soekarno-Hatta meminta korban agar membayar pajak sebesar Rp 11,6 juta dibayar secara transfer dan disepakati.

Hari berikutnya 12 Desember 2017 tersangka SD kembali menghubungi korban dan meminta uang Rp 27,3 juta untuk biaya sertifikat anti korupsi. Pada 13 Desember 2017 SD kembali meminta uang Rp 40 juta dengan alasan untuk biaya sertifikat anti teroris.

“Setiap akan mentransfer, korban melakukan konfirmasi kepada tersangka Donald dan dijanjikan uang akan diganti. Korban mengalami kerugian Rp 78,9 juta,” kata Argo.

Setelah ditunggu beberapa bulan ternyata paket tidak sampai ke tangan korban sedangkan nomor Donal sudah tidak aktif. Sadar telah menjadi korban penipuan, Dian melapor ke Polisi.

Setelah dilakukan penyelidikan, anggota Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil menangkap tersangka SD di daerah Sawangan, Depok pada Senin (16/4/2018). Kemudian dilakukan pengembangan ke Apartemen Sunter Park View, Jakarta Utara tempat tinggal Donal.

“Tersangka Donal tinggal di lantai 6 Apartemen Sunter Park. Saat akan ditangkap sempat melompat ke tower sebelahnya. Namun bisa kembali ditangkap,” tegas Argo.

Kepada petugas pelaku mengakui semua perbuatanya dan uang telah habis digunakan untuk berfoya-foya dan biaya hidup berdua. “Tersangka Donal dan S ini pacaran mereka gak ada modal sehingga melakukan penipuan,” ucap Argo.

Tersangka dikenakan Pasal 3, 4 dan 5 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan/atau pasal 28 ayat (1) jo pasal 45A ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE dan/atau pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dengan ancaman maksimal pidana penjara paling lama 20 tahun. (Yendhi/b)