Tuesday, 25 September 2018

Terkena Penyakit Misterius, Keluarga Diplomat Kanada Dipulangkan dari Kuba

Rabu, 18 April 2018 — 12:57 WIB
Bendera Kanada.(Ist)

Bendera Kanada.(Ist)

KANADA –  Terkena serangan penyakit misterius, pemerintah Kanada menarik pulang keluarga diplomatnya dari Kuba.

Meski belum ada pernyataan resmi mengenai penyakit apa yang menjangkit, diduga mereka terkena cedera otak.

Keputusan tersebut membuat diplomat Kanada yang bekerja di Kuba harus tinggal sendirian. Sebab, saat ini Havana telah dimasukkan ke dalam kategori wilayah berbahaya yang tak bisa ditinggali oleh keluarga.

Tak cuma itu, Pemerintah Kanada juga tengah meninjau peran 15 diplomatnya di Kuba. Peninjauan dilakukan untuk memastikan apakah mereka akan segera dibawa pulang atau tetap berada di Kuba.

Dari 10 warga Kanada yang dibawa kembali, di antaranya terdapat beberapa anak-anak. Keseluruhan orang-orang tersebut menderita gejala penyakit yang serupa yaitu, pusing, mimisan, gangguan pendengaran, sering lupa, mual, dan pusing.

Sejumlah peneliti yang memeriksa kasus tersebut mengatakan, sebelum menderita gejala-gejala itu, ke-10 orang itu mengaku mendengar suara yang keras dan berkesinambungan di rumah dan hotel.

Peneliti dari AS menyebut, para warga Kanada itu terkena sonic attack, serangan dengan suara untuk mengacaukan sistem saraf, melukai, hingga membunuh. Serangan serupa pernah menimpa 24 diplomat AS di Kuba pada 2016 lalu, demikian dilansir dari Sky News, Rabu (18/4).

Akibatnya, AS memutuskan memangkas dua per tiga staf diplomatiknya dari Kuba. Menteri Luar Negeri AS ketika itu, Rex Tillerson meyakini diplomatnya sengaja diserang.

Terkait peristiwa yang menimpa warganya, Kanada telah melakukan investigasi termasuk pemeriksaan udara dan air. Tetapi, belum ada satu pun petunjuk yang ditemukan.

Merepons penarikan dari Kanada, Pemerintah Kuba menyatakan tidak tahu apa penyebab sakit misterius itu. Kuba memastikan siap bekerja sama dengan AS dan Kanada untuk memecahkan masalah.

Pemerintah negara di Karibia itu memastikan bahwa negaranya aman dari penyakit dan tetap mempersilakan turis asing masuk ke negaranya.(Tri)