Monday, 26 August 2019

Cegah Makanan Berbahaya, Jaksel Pantau Lima Pasar

Kamis, 19 April 2018 — 8:09 WIB
Petugas sedang melakukan pemeriksaan makana disalah satu pasar.  (wandi)

Petugas sedang melakukan pemeriksaan makana disalah satu pasar. (wandi)

JAKARTA – Mencegah adanya makanan berbahaya di pasar-pasar Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), Jakarta Selatan melakukan monitoring lima pasar di wilayah Jakarta Selatan.

Kelima pasar yang mendapat pengawasan keamanan pangan terpadu antara lain Pasar Cipete Utara, Pasar Cipete Selatan, Pasar Pondok Labu, Pasar Mede dan satu lagi yang menjadi on the spot laboratorium pengecekan pangan yakni Pasar Swalayan Food Mart Citos, Cilandak.

Kepala Sub Bagian Koperasi, UKM Perdagangan Serta Ketahanan Pangan, Jakarta Selatan, Agung Meidya Gutama mengatakan, Kegiatan Pengawasan Pangan ini bertujuan untuk mewujudkan pangan yang aman bebas dari bahan berbahaya seperti Formalin, Boraks, Rodhamin B, Methylen Yelow dan Residu Pestisida, serta Uji Kebusukan dan Campuran kandungan Babi yang ada di daging Sapi. Sehingga kedepan akan merasa aman dan nyaman mengkomsumsi makanan yang dibeli di pasar.

“Sasaran dalam pengawasan pangan itu sendiri terdiri dari komoditas pertanian, peternakan dan perikanan serta olahan yang dijual di pasar tradisional maupun pasar swalayan. Kami ingin seluruh makan yang dijual di lokasi itu bener-benar terbebas dari bahan berbahaya,” ujar Agung Meidya Gutama.

Dalam pengawasan pangan ini, pihaknya mengambil sebanyak 344 sampel dari lima pasar tersebut. 325 sampel itu terdiri dari produk pertanian sebanyak 150 sampel, produk peternakan 40 sampel dan produk perikanan 135 sampel. Selain itu ada 19 sampel bahan olahan dari BPOM Jakarta, jadi totalnya 344 sampel.

Agung juga menambahkan, dari sempel diambil yang jenis komoditas pertanian, peternakan dan perikanan dari lima pasar semua dinyatakan negatif alias bebas dari bahan berbahaya. Tetapi, untuk 19 bahan olahan yang diambil oleh BPOM di Food Mart Citos, tiga olahan di antaranya ditemukan mengandung bahan formalin.

“Tiga dari 19 sampel olahan ditemukan positif mengandung formalin yakni dari tahu. Makanya makanan tersebut langsung dimusnahkan di lokasi juga. Pihak swalayan langsung kami beri surat peringayan agar tidak mengambil lagi bahan olahan dari pemasoknya,” tegasnya.

Sementara itu, Store Manajer Food Mart Citos, Hendra mengaku, pihaknya merasa terbantu dengan adanya pengawasan pangan yang dilakukan oleh Sudin KPKP dan BPOM. Bahkan dalam pengawasan ini petugas menemukan adanya bahan olahan mengandung bahan berbahaya.

“Kami sangat berterimakasih dan terbantu adanya pengawasan seperti ini. Makanya ke depan, kami akan lebih intensif lagi terutama kepada supplier yang menitipkan barang di swalayannya,”kata Hendra.

Dijelaskan oleh Hendra, barang tahu bukan beli putus, tetapi sifatnya mereka titip ke swalayan Setelah diketahui mengandung bahan berbahaya, pihaknya akan langsung koordinasi dengan supplier dan meminta penjelaskan pemilik barang.

(wandi/sir)