Wednesday, 14 November 2018

Iriana Jokowi: Danau Toba Itu Bagus Semua

Kamis, 19 April 2018 — 21:07 WIB
Ibu Negara Iriana Jokowi tengah melakukan penanaman. (dok. Kemenpar)

Ibu Negara Iriana Jokowi tengah melakukan penanaman. (dok. Kemenpar)

MEDAN – Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo mengungkapkan kekagumannya kepada salah satu dari 10 destinasi prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Danau Toba. Beragam pujian pun diberikan kepada destinasi ini, Rabu (18/4).

Bertempat di Geopark Toba, Sigulatti, Sumatera Utara, istri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo itu terpukau dengan Danau Toba setelah bermalam di Samosir Cottage. “Danau Toba itu bagus bagus semuanya,”kata Iriana saat di tanya media di acara penanaman pohon bersama para OASE (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja).

Dalam acara tersebut, Ibu Negara memang lebih banyak menebarkan senyum dan melambaikan tangannya ke awak media. Pertanyaan-pertanyaan media lokal maupun media nasional dijawabnya singkat, jelas dan padat. Saat ada wartawan bertanya apakah Ibu Negara sependapat dengan istilah Danau Toba dan Samosir adalah kepingan surga dari Tuhan? Iriana lagi-lagi menjawab dengan efektif. “Iya benar banget,”katanya sambil tersenyum lagi.

Ibu Iriana melakukan penanaman flora di tempat yang sangat indah dan eksotis. Lokasi penanaman di Ketinggian 1200-1500 di atas Permukaan Danau Toba atau 2000 M di atas Permukaan Laut. Jelang penanaman, Ibu Negara mencari salah satu OASE untuk dipersilahkan melalukan sambutan pembukaan. Ternyata yang dipercaya untuk melalukan pembukaan adalah Sri Suswati Tito Karnavian.

“Dengan mengucap Bismillahirohmanirrohim, kami melakukan penanaman untuk kebaikan Geopark Toba,”ujar Sri Suswati yang langsung diikuti dengan penanaman pohon secara serentak yang dipimpin Ibu Negara Iriana Jokowi.

Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menjadikan Danau Toba sebagai destinasi utama pariwisata kelas dunia. Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di dunia dengan lebar 30 kilometer (km) dan panjang 100 km.

“Danau Toba sedang kita ajukan sebagai UNESCO Global Geopark. Kalau sudah dapat itu, nanti akan semakin mudah untuk mempromosikan dan menjual Danau Toba sebagai destinasi utama kelas dunia,” ungkap Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo.

Pemerintah sudah mencanangkan rencana untuk menjadikan Danau Toba sebagai destinasi utama pariwisata kelas dunia baik untuk wisatawan manca negara maupun wisatawan nusantara. Menurut laporannya, jumlah wisatawan pada 2017 berjumlah 250 ribu. Pada waktu yang akan datang, Kemenpar mempunyai target 300 ribu wisatawan baik dari mancanegara maupun dalam negeri. Untuk mancanegara, Ia menargetkan satu juta wisatawan dan 10 juta wisatawan nusantara untuk Danau Toba dan sekitarnya.

Untuk mencapai target ini, ada tiga langkah utama yang akan dilakukan oleh Pemerintah. Pertama, melakukan promosi besar-besaran terutama di bagian digital media. Kedua, pembangunan 10 destinasi pariwisata prioritas di mana Danau Toba masuk di dalamnya, dan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan mensertifikasi SDM tersebut sesuai standar yang berlaku.
Seperti diketahui, segala upaya dilakukan oleh Kemenpar untuk memajukan Danau Toba.

Pembangunan sejumlah infrastruktur hingga pengajuan Toba ke UNESCO pun dilakukan. Seperti yang rutin diungkapkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, bahwa para pelaku pariwisata harus membangun suatu destinasi dengan menggunakan global standard apabila ingin bersaing di tingkat dunia. Hal itu pun berlaku sama untuk Danau Toba di Sumatera Utara yang masuk satu dari 10 Destinasi Prioritas.

“Tentang pengembangan destinasi Danau Toba kelas dunia saya sebut, kalau ini kita pakai global standard. Kita tidak membangun Danau Toba tapi Sumut, itu ikon yang mau kita munculkan. Salah satunya dengan sertifikasi UNESCO Global Geopark, kita harapkan daftar tahun ini 2018 dapat,” ujar Arie.

Wilayah Geografis
Geopark merupakan wilayah geografis terpadu dengan mengedepankan perlindungan lanskap dan situs geologi yang berkelanjutan dan menjaga keseimbangan antara konservasi, edukasi dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Selain Geopark Kaldera Toba yang telah dan akan ditetapkan sebagai Geopark dunia oleh UNESCO adalah Geopark Batur Bali, Geopark Gunung Sewu Yogya – Jawa Tengah – Jawa Timur, Geopark Merangin Jambi, Geopark Rinjani Nusa Tenggara Barat dan Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

“Indonesia ini kaya akan Geopark. Semuanya luar biasa eksotis dengan karakteristik khas masing-masing. Semuanya layak untuk dinikmati sensasinya. Untuk itu, wisatawan sudah harus memasukan geopark-geopark ini sebagai destinasi. Sebab, atraksi, aksesibilitas, dan amenitasnya sudah bagus. Untuk kebutuhan informasi, semua juga tersedia lengkap,” tutur Arie lagi.

Pusat Informasi Geopark ini diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pertengahan Januari 2018 lalu. Fungsi dari Pusat Informasi Geopark Nasional Kaldera Danau Toba di Sigulatti ini menyajikan beragam informasi atas kronologi historis peristiwa super volcano, memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat menumbuhkan rasa cinta dalam melindungi warisan geologi dan kesadaran akan pentingnya pelestarian bumi.

“Indonesia memiliki beragam potensi. Semua sudah terdokumentasi dengan sangat baik. Kami berharap, informasi ini bisa melengkapi kebutuhan wisatawan,” terangnya lagi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, tentunya promosi dan pengajuan Danau Toba ke lembaga internasional sekelas UNESCO saja tidak cukup. Danau Toba perlu didukung oleh infrastruktur. Menpar bersyukur penunjang seperti bandara Silangit sudah menjadi bandara internasional. “Kalau mau jadi destinasi level dunia harus punya akses bandara internasional, Bandara Silangit sudah mendukung, semoga akan terus berdampak bagi pariwisata,”kata Menpar Arief Yahya.

Selain Bandara Silangit yang sudah menjadi Bandara Internasional, pemerintah juga sedang menggenjot akses udara lain melalui Bandara Sibisa di Ajibata, Samosir. Kalau sudah jadi, hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk mencapai Kota Parapat. Namun tidak hanya akses udara yang dibenah, akses darat seperti jalan dan jalur kereta akan dibuat dan dirapikan. Tujuannya adalah untuk mempersingkat waktu tempuh wisatawan menuju Danau Toba.

“Darat dari Kualanamu ke Tebing Tinggi lebaran ini selesai, Tebing Tinggi ke Siantar, dari Siantar ke Parapat, diharapkan tiga segmen ini selesai 2019. Kedua inner ring road, lalu kita sedang minta agar kereta api langsung dari Kualanamu bisa langsung ke Siantar, bisa kurang dari 1,5 jam,” ujar Arief.

Tidak hanya jalur udara dan darat, jalur air pun akan turut dikembangkan oleh Arief. Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumut pun akan didayakan sebagai pintu masuk wisatawan yang liburan naik yacht atau kapal pesiar. “Untuk lautnya udah ada Pelabuhan Kuala Tanjung untuk cruise, ada cabotagenya, bisa naik bisa turun ke Danau Toba, darat laut udara itu untuk infrastruktur,” tutup menteri asli Banyuwangi itu. (prihandoko)