Friday, 16 November 2018

Istri Hendak Melahirkan Malah Ditinggal Pacaran

Kamis, 19 April 2018 — 7:03 WIB
hamil

INI benar-benar suami berjiwa setan. Di kala istri hamil besar hendak melahirkan, eh…..Sumarlan, 35, malah sibuk pacaran dengan WIL. Selama ini Ny. Atikah, 32, masih sabar, karena kasihan anak-anak. Tapi karena perilaku suami makin menyakitkan, ya sudah…. bercerai saja, ketimbang mati ngenes.

Ketika istri sedang hamil, seorang suami harus banyak laku prihatin, menjauhi perangai-perangai buruk. Hal ini untuk keselamatan dan kebaikan si jabang bayi. Kata orang, jika si anak lahir kaki cacat misalnya, konon karena saat istri hamil, si ayah pernah nyambit ayam sampai patah kaki. Itu artinya, banyak punya ulah, anak yang kena tulah.

Sumarlan warga Pandaan Kabupaten Pasuruan (Jatim) tak percaya hal-hal begituan. Maka ketika istri hamil tua, justru terus melestarikan hobi lamanya. Apa hobi itu? Badminton atau main golf? Bukan, justru dia punya “stick” nan pendek itu diumbar ke mana-mana dengan sasaran seorang WIL.

Pengusaha muda ini memang terkenal doyan pacaran. Hobinya terpupuk lantaran dana pendukung selalu terjamin. Di mata publik, khususnya para tetangga, pasangan Sumarlan-Atikah ini sangat ideal. Suami ganteng istri cantik, duit juga selalu tercukupi, maka sungguh bahagialah mereka. Tapi semua itu omong kosong bagi Ny. Atikah.

Dia sebagai istri, tahu persis luar dan dalamnya suami. Tetangga tahunya Sumarlan ini santun dan seiman, padahal….. kelakuannya bikin muak Atikah selaku istri. Dia berulangkali mendapatkan SMS-SMS mesra di HP suami, yang dikirim oleh sang WIL yang namanya Sri Rejeki. Sebagai istri, bagaimana dia punya dada tak mengkap-mengkap seperti kap mobil sedang dipanasi?

Dia berulang kali mengirimkan nota protes ke Sumarlan, tapi tak digubris. Kata suami, “Tenang saja Ma, segila-gilanya saya, takkan lupa pada keluarga. Kamu kan sedang hamil, jaga kesehatan dan jangan terlalu banyak suudzon, biar anak kita kelak sukses macam Fadli Zon.”

Atikah memang mencoba mengusir segala mimpi buruk itu. Tapi HP suami selalu dipenuhi SMS menyakitkan, dan dia juga tambah penasaran untuk mencuri-curi untuk mbukaki HP Sumarlan. Padahal hasilnya justru jantung semakin empot-empotan.

Paling menyakitkan terjadi belum lama ini. Ketika dia berasa hendak melahirkan, eh suami tak ada di rumah. Di telepon ke kantor, kata stafnya sedang pergi bersama seorang wanita. Pasti ini si Sri Rejeki gendakannya juga. Walhasil, sampai pembukaan berapa proses kelahiran anak, suami tak muncul. “Andaikan aku artis, sampai pembukaan 50 pasti diliput di TV….,” gumam Ny. Atikah gemes.

Anak kedua Atikah sudah lahir. Dia berharap suami berubah dengan tambahnya anak. Ternyata tidak. Sumarlan terus main gila bersama seorang pelakor (perebut laki orang). Tak tahan diteror mental oleh suami, beberapa hari lalu Atikah nekad ke Pengadilan Agama Pasuruan untuk menggugat cerai suami. Soal anak tak dipikirkan lagi, toh mereka akan membawa rejekinya masing-masing.

Kalau Sri Rejeki sudah digondol suamimu kan? (JPNN/Gunarso TS)