Friday, 21 September 2018

Mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail Diperiksa Polisi

Kamis, 19 April 2018 — 20:24 WIB
Mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail

Mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail

DEPOK – Setelah hampir tiga tahun tidak terdengar mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail kembali muncul. Namun kali ini muncul sebagai saksi yang dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Raya Nangka, Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos, Depok, Jawa Barat yang diduga merugikan negara miliaran rupiah.

Nur Mahmudi Ismail, Kamis (19/4/2018) diperiksa Reskrimsus Polres Depok selama lebih dari delapan jam terkait masalah pelebaran Jalan Raya Nangka, yang sejak tahun 2014/2015 hingga tahun 2018 ini tak ada kejelasan.

Pemeriksaan terhadap mantan orang satu di Kota Depok dilakukan sejak pukul 08:15 hingga Pk17:25. Saat keluar dari ruang pemeriksaaan hingga ke tempat parkir kendaraan Nur Mahmudi Ismail bungkam dan hanya menjawab beberapa kata saja. “Alhamdulillah… Sehat kondisinya, ” ucap Nur Mahmudi Ismail yang didampingi dua orang berpakain putih.

Pemeriksaan terkait adanya dugaan mark up atau korupsi pembebasan lahan proyek pelebaran Jalan Raya Nangkas dari 6 meter menjadi 14 meter yang menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahu 2014/2015 memang sempat mangkrak selama tiga tahun ini.

Sejumlah pejabat lain di Kota Depok baik yang sudah pensiun maupun masih aktif sudah dimintai keterangan berapa bulan lalu sempat ‘menghilang’ namun setelah ada pergantian Kepala Satuan Reskrim Polres Depok yang baru, pemeriksaan kembali berjalan.

Dari data yang diperoleh proyek pelebaran Jalan Raya Nangka memang telah direncanakan sejak tahun 2013/2014 kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembebasan lahan milik warga sekitar yang terkena proyek pelebaran jalan tahun 2015 dan tahun 2016.

Namun, setelah pembayaran menggunakan APBD Kota Depok yang mencapai miliaran rupiah selesai ternyata sampai saat ini proyek jalan tersebut tidak pernah ada. (angga/anton/b)