Saturday, 26 May 2018

43 Tempat Prostitusi Akan Ditutup Kementerian Sosial di Tahun 2019

Jumat, 20 April 2018 — 15:00 WIB
Menteri Sosial, Idrus Marham saat menghadiri Rakornas Penanganan Prostitusi.(deny)

Menteri Sosial, Idrus Marham saat menghadiri Rakornas Penanganan Prostitusi.(deny)

JAKARTA –  Kementerian Sosial menargetkan sebanyak 43 tempat prostitusi akan ditutup di tahun 2019. Hal itu, menyusul sebelumnya di tahun 2014 – 2017, sebanyak 122 tempat prostitusi di berbagai provinsi telah ditutup.

Menteri Sosial, Idrus Marham, mengatakan prostitusi merupakan persoalan sosial yang berdampak luar biasa bagi masyarakat. Di lokalisasi, menjadi tempat eksploitasi manusia, perdagangan orang dan berbagai praktik menyimpang lainnya.

“Oleh karena itu, program penutupan lokalisasi terus kita lanjutkan. Targetnya, tahun 2019 Indonesia bebas dari lokalisasi prostitusi,” kata Mensos, dalam acara Rakornas Penanganan Prostitusi dan Supporting Penutupan Lokalisasi, di Jakarta Utara.

Tidak kalah penting dalam hal ini, adalah bagaimana tindak lanjut dari penutupan lokalisasi yang dilakukan pemerintah. Sebab, setelah lokalisasi ditutup ada sejumlah tindakan lanjut yang harus dilakukan.

Tak lupa Mensos mengingatkan agar keputusan penutupan juga perlu mengkalkulasi dampak sosial ekonomi bagi warga yang menggantungkan hidupnya dari lokalisasi prostitusi, dan harus kehilangan mata pencaharian setelah penutupan.

Secara terbuka, Idrus juga memuji langkah Pemerintah Kota Surabaya yang dipimpin Tri Rismaharini dengan menutup lokalisasi Dolly. Selain karena Dolly adalah lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, juga langkah-langkah Risma menangani pasca-penutupan. (deny/tri)