Wednesday, 21 November 2018

PKS dan PAN Berebut Cawapres Prabowo 2019

Jumat, 20 April 2018 — 0:20 WIB
Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya  (Gerindra) Prabowo Subianto.(ikbal)

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto.(ikbal)

JAKARTA -Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) berebut menyodorkan kadernya untuk menjadi calon Wakil Presiden dari Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono mengakui partainya telah menerima nama-nama calon tersebut yang disodorkan PKS dan PAN.

Kendati demikian Ferry menampik jika hal itu dianggap PKS dan PAN sedang berebutan untuk kursi pendamping Prabowo. Untuk memilih cawapres, Prabowo pasti akan mengajak partai koalisi untuk bicara sebelum memutuskan.

“Kita meletakkan keinginan masyarakat, supaya Gerindra, PKS, dan PAN tetap berada di dalam satu barisan,” kata Ferry usai pemaparan hasil survei Dinamika Dan Proyeksi Pilkada Jabar, Indo Barometer di kawasan Sudirman, Kamis, (19/4/2018).

Menurut Ferry, Prabowo tidak tergesa-gesa dalam menentukan calon wakil presiden. Pasalnya, hingga hari ini calon presiden petahana, Joko Widodo juga belum menentukan sikap.
“Pak Jokowi juga belum jelas kok. Jadi kita tidak perlulah tergesa-gesa mengumumkan paslon,” tambahnya.

Sejauh ini, PKS sendiri menyatakan bahwa mereka telah menyodorkan Aher kepada Prabowo untuk dipertimbangkan menjadi cawapres. Sedangkan PAN mengaku telah menyodorkan nama Zulkifli Hasan.

Kendati demikian Ferry menyatakan saat ini yang terpenting adalah membangun koalisi yang kuat untuk menghadapi Pemilu 2019. Membangun dan menjaga koalisi posisinya lebih tinggi dibandingkan mengusulkan nama-nama cawapres. (*/fs/ird)