Tuesday, 25 September 2018

Membentuk 100 Destinasi Digital Harus Kerja Speed, Solid dan Smart

Sabtu, 21 April 2018 — 23:59 WIB
Program Training On Trainer (TOT) di Semerang. (dok. Kemenpar)

Program Training On Trainer (TOT) di Semerang. (dok. Kemenpar)

SEMARANG – Tantangan membuat 100 destinasi digital membutuhkan SDM-SDM yang berkualitas dan berkompeten. Untuk itu, Generasi Pesona Indonesia (GenPI) harus harus mencetak orang-orang yang bisa bekerja dengan solid, speed dan smart.

Hal tersebut disampaikan Ketua Harian GenPI Nasional Siti Chotijah saat Training On Trainer (TOT) Pembentukan Destinasi Digital, di Hotel Aston Inn, Semarang, Sabtu (21/4). Menurut Jhe, sapaan Siti Chotijah, tantangan dari TOT adalah merealisasikan target 100 Destinasi Digital tahun 2018.

“Tantangan kita adalah membangun 100 Destinasi Digital tahun 2018 ini. Sanggupkah kita? Harus sanggup karena kita sudah menyanggupinya. Untuk itulah dibentuk pasukan khusus. Karena destinasi digital itu akan dibentuk di 34 provinsi. Sedangkan saat ini, baru ada 13 destinasi digital, dan masih ada yang akan terbentuk lagi,” papar Jhe.

Menurut Jhe, pasukan khusus yang dibentuk harus bergerak cepat untuk mendampingi calon pengelola destinasi digital. “Para peserta TOT ini adalah orang-orang terpilih dari daerah-daerah. Tugas mereka harus membantu pembentukan tersebut. Untuk itu, mereka mendapat pembekalan dari TOT ini,” terangnya.

Dijelaskan Jhe, pasukan khusus GenPI ini harus memastikan destinasi digital yang dibentuk sustain. “Jadi jangan hanya berdiri. Harus bisa sustain, jangan hanya lima kali buka kemudian tidak ada lagi aktivitas. Atau tidak tahu harus berbuat apa setelah destinasi digital berdiri,” paparnya.

Untuk bisa sustain, para pengelola destinasi digital dan anggota GenPI lainnya harus bekerja secara speed dan smart. “Speed membuat kita harus bekerja cepat. Dengan target membentuk 100 destinasi digital, kita harus bergerak cepat. Setelah TOT ini, ada beberapa destinasi digital yang akan dibentuk. Setelah itu kita harapkan teman-teman lain menyusul,” katanya.

Bekerja Smart

Selain itu, anggota GenPI juga dituntut bekerja smart. “Smart itu keharusan. Karena kita dituntut untuk selalu kreatif setiap pekan. Selalu menghadirkan ide-ide baru. Membuat terobosan. Dan inilah yang akan membuat destinasi digital menjadi sustain,” katanya.

Siti Chotijah menambahkan, sangat dibutuhkan kompetensi, komitmen, dan kreativitas dari anggota GenPI. “Tanpa komitmen dan kompetensi, sulit untuk membentuk destinasi yang sustain. Ini sangat penting. Makanya kita cari anggota-anggota terpilih dan disertakan dalam TOT. Tujuannya, orang-orang terpilih ini bisa memberikan pemahaman dalam membentuk destinasi digital,” papar Jhe.

Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi Kementerian Pariwisata, Don Kardono, mengatakan para peserta Training On Trainer wajib serius mengikuti kegiatan ini. “Kegiatan ini memberikan bekal kapada anggota khusus untuk mendampingi para calon pengelola destinasi digital,” papar Don.

Karenanya, dalam kegiatan TOT ini para peserta juga diajak untuk melihat dua destinasi digital. Yaitu Pasar Semarangan dan Pasar Karetan. “Nanti kita akan kunjungan ke Pasar Semarangan. Biar kawan-kawan tahu bagaimana kondisi pasar yang baru dibangun. Juga di Pasar Karetan yang merupakan pasar destinasi digital pertama GenPI. Disitu kawan-kawan bisa melihat langsung dan belajar mengelola destinasi digital,” katanya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap kegiatan TOT ini bisa menghasilkan SDM-SDM GenPI yang berkualitas dan mendukung realisasi pembentukan 100 destinasi digital baru. “Kawan-kawan GenPI akan mendapatkan pengetahuan mengenai destinasi digital. Ada creative value dan creative value di dalamnya. Selain itu, TOT juga diharapkan bisa menjadi jembatan untuk membangun 100 destinasi digital baru,” paparnya.(prihandoko)