Thursday, 18 October 2018

DKI Bakal Jual Saham di Pabrik Bir

Minggu, 22 April 2018 — 5:24 WIB
Bir-Anker-Indonesia

JAKARTA – Rencana Pemprov DKI Jakarta menjual saham di pabrik bir PT Delta tinggal menunggu analisa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Pemprov ingin penjualan tidak mengganggu pendapatan asli daerah (PAD).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan harus ada pertimbangan dari semua aspek. “Beberapa penasihat keuangan dan penasihat strategi investasi sudah menyampaikan proposalnya. Jadi kami sekarang sedang mengkaji,” kata Sandi, Sabtu (21/4).

Pemprov DKI akan terus melakukan komunikasi dengan beberapa pihak terkait, seperti Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Perintah dari Pak Gubernur Anies Baswedan sudah jelas. Kami ingin investasi yang dirasakan oleh hajat hidup orang banyak dan untuk kemaslahatan masyarakat. Kami lagi hitung bagaimana prosesnya ini bisa lebih transparan ke depan dengan konsep good corporate governance,” ungkapnya.

KOMPOSISI SAHAM

Berdasarkan laporan keuangan Delta, porsi saham yang dimiliki Pemprov DKI mencapai 26,25%. Nilai itu gabungan antara 23,34% saham Pemprov DKI dan 2,91% milik Badan Pengelola Investasi serta Penyertaan Modal Jakarta.

Sepanjang 2017, Delta berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 279,7 miliar. Angka itu naik 10,25% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebesar Rp253,7 miliar.

Delta mencatat, penjualan bersih perusahaan terkerek dari Rp774,9 miliar menjadi Rp 777,3 miliar. Meski demikian, beban pokok penjualan berhasil ditekan dari Rp234,08 miliar menjadi Rp203,03 miliar. Adapun, jumlah aset DLTA naik dari Rp 1,19 triliun di akhir 2016 menjadi Rp 1,34 hingga akhir tahun lalu.

Anggota komisi B DPRD DKI, Prabowo Soenirman mengatakan, pelepasan saham Delta oleh Pemprov DKI harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari DPRD. Pemprov DKI belum memberikan laporan perusahaan bir tersebut ke DPRD. “Pembahasannya harus lewat sidang paripurna. Sejauh ini belum ada pembahasan,” kata Prabowo. (John/jo)